Ditugaskan Jadi Penasihat Bukopin, Saham Bank BUMN Rontok Hari Ini - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Thursday, June 11, 2020

Ditugaskan Jadi Penasihat Bukopin, Saham Bank BUMN Rontok Hari Ini



Ditugaskan Jadi Penasihat Bukopin, Saham Bank BUMN Rontok Hari Ini


Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

TOGEL ONLINE - Rumor penugasan bank pelat merah untuk mengerjakan asistensi terhadap sebanyak bank swasta yang terhimpit akibat pandemi Covid-19 menyeruak seiring dengan rontoknya harga saham-saham perbankan di Bursa efek Indonesia.

Rumor penugasan ini mencuat dalam persoalan permodalan yang terjadi pada PT Bank Bukopin Tbk. Perusahaan yang 8,92 persen sahamnya dipunyai pemerintah tersebut memerlukan dana memperkuat permodalan dan akan mengerjakan penerbitan saham baru.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lantas menyatakan Kookmin Bank asal Korea Selatan yang menggenggam 22 persen saham Bank Bukopin bakal menjadi pembeli siaga dalam rencana penerbitan saham baru tersebut. Kookmin siap meningkatkan kepemilikannya sampai sekurang-kurangnya 51 persen dan menjadi pemegang saham pengendali.

Namun, masuknya Kookmin bukanlah skenario tunggal guna memperkuat modal emiten berkode saham BBKP tersebut. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga dilafalkan akan tercebur dalam proses itu.

Salah satu sumber Bisnis, mengaku PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menjadi di antara bank pelat merah yang bakal terlibat. Bekas bank sentral itu bahkan diberitakan telah membubuhkan salah satu jajarannya guna berkantor di Bank Bukopin.

Bank Bukopin dan BNI sebelumnya sudah bersepakat guna bekerja sama dalam pemberian technical assistance atau pendamping teknis di bidang pengelolaan likuiditas (treasury management).

Kerja sama pendampingan teknis tersebut tergolong pelatihan sumber daya insan (SDM), penyusunan kepandaian perusahaan, konsultansi, dan advisory. Langkah strategis tersebut diinginkan dapat menyokong Bank Bukopin dalam mengelola faedah treasury management dan pengembangan bisnis ke depan.

Namun, BNI tidak sekadar memberi pendampingan teknis. Bank pelat merah tersebut juga dikabarkan bakal mengucurkan pinjaman sebesar Rp1 triliun untuk keperluan jangka pendek di pasar duit antarbank.

Bank pelat merah lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pun muncul dalam permasalahan Bank Bukopin. BRI ikut dalam wacana ini sesudah OJK mengantarkan surat permintaan technical assistant untuk Direktur Utama BRI.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo tersebut, OJK mengaku telah meminta pemegang saham Bank Bukopin guna memberi kuasa untuk tim technical assistant untuk memakai hak suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bukopin dalam pemilihan anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

“Sehubungan dengan urusan itu serta dalam rangka menolong penyelesaian persoalan Bank Bukopin dan mengawal stabilitas sistem keuangan, dengan ini kami mohon Saudara untuk menyerahkan Technical Assistance di Bank Bukopin khususnya dalam menanggulangi permasalahan likuiditas dan operasional Bank,” tertulis dalam surat bertanggal 11 Juni 2020 yang ditujukan untuk Dirut Bank BRI tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memilih bungkam. Bisnis telah mengupayakan meminta konfirmasi dari Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo berhubungan rumor tersebut.

Upaya konfirmasi juga dilaksanakan dengan menghubungi Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Namun, sampai berita ini ditulis, Kartika dan Arya tak merespons pesan yang dikatakan melalui Whatsapp.

Sekelumit masalah permodalan bank-bank yang sama-sama dipunyai pemerintah ini ditanggapi negatif oleh pelaku pasar. Hari ini, saham bank pelat merah, kompak masuk ke zona merah. Di sisi lain, saham Bukopin malah terapresiasi 2,42 persen ke level Rp169 per saham.

BBNI merasakan koreksi sangat besar, yaitu 6,86 persen, membuatnya terpapar auto reject bawah (ARB) per pukul 14.10 WIB. Saham BBNI diblokir di level Rp4.210 per saham, kehilangan 310 poin dari level pada penutupan perniagaan kemarin.

Sementara itu, BBRI terkoreksi 1,98 persen ke level Rp2.970 per saham. Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan kode BMRI tertekan 4,48 persen ke level Rp4.690 per saham. Meski tak tercebur rumor Bank Bukopin, Bank Mandiri justru disinggung dalam penugasan asistensi lainnya guna PT Bank Muamalat Tbk.

SVP PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai koreksi saham-saham bank BUMN bukan diakibatkan oleh masalah rumor tersebut. Menurutnya, penurunan yang terjadi pada saham-saham itu adalahbagian dari koreksi sehat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara umum.

“Waduh, tersebut akuisisi Bukopin oleh BNI dan Muamalat oleh Bank Mandiri ialah gosip atau rumor yang paling tidak jelas. Tidak barangkali bank BUKU IV dibebankan guna akuisisi bank-bank kecil,” katanya untuk Bisnis, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya koreksi ini terjadi sebab kenaikan IHSG terutama sektor perbankan yang paling cepat dari posisi koreksi terdalam pada 23 Maret 2020.

Di sisi lain, The Fed pun terus mengerjakan aksi cetak duit untuk memenuhi likuiditas pasar finansial.Namun, urusan tersebut tidak diiringi dengan perbaikan data ekonomi Amerika Serikat yang sejalan dengan perbaikan pasar finansial.

Di Indonesia, kondisinya pun nyaris sama. Perbaikan pasar keuangan belum dibuntuti dengan perbaikan data makro ekonomi, yang bahkan belum diluncurkan.

Menurutnya, urusan ini menciptakan jarak antara asa dan realitas menganga makin melebar. Saat ini, valuasi Price Earning Ratio (PER) Blended Forward guna 2020 dan 2021 IHSG, Dow Jones, S&P 500, dan MSCI sudah menjangkau tingkat tertinggi 5 tahun terakhir.

“Walaupun quantitative easing paling massive dikomparasikan 2008, cepatnya gain dalam masa-masa 3 bulan tidak dapat memutar jarum jam ke 5 tahun lalu. Harus terdapat reality check, koreksi sehat,” katanya.

No comments:

Post a Comment