Puerto Rico Melegalkan Tradisi Sabung Ayam - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Friday, December 27, 2019

Puerto Rico Melegalkan Tradisi Sabung Ayam

Puerto Rico Melegalkan Tradisi Sabung Ayam.

Puerto Rico Melegalkan Tradisi Sabung Ayam

Ada kemeriahan pada Rabu pekan kemarin di unsur utara kota Toa Baja, Puerto Rico. Seorang pria mempunyai nama Felipe Espinal mengusung suatu pena putih yang langsung disambut sorak-sorai massa sabung ayam di sana.

"Ini ialah pena yang menuliskan kita dapat terus mengerjakan sabung ayam!" teriaknya sarat semangat.

Beberapa jam sebelumnya, Gubernur Puerto Riko Wanda Vázquez menandatangani undang-undang yang mengabsahkan sabung ayam menjadi pekerjaan legal.

Penandatangan itu ditonton oleh Espinal dan pejuang sabung ayam lainnya yang menyokong keputusan itu, sejumlah bahkan menangis sebab merasa lega bahwa tradisi berusia 400 tahun tersebut masih dapat dirayakan.

"Kita kini dapat hidup dalam damai," kata Tony Rojas, yang mengurus 100 sabung ayam untuk menggali nafkah.

"Umur saya 65 tahun. Siapa yang bakal mempekerjakan saya? Tidak terdapat yang mengharapkan saya bahkan untuk mencuci lantai. Saya tidak dapat tidur seraya bertanya-tanya apa yang bakal terjadi andai sabung ayam ini tidak dilegalkan. "
Puerto Rico yang mempunyai populasi 3,2 juta orang mempunyai 71 lokasi sabung ayam di 45 kota yang mendapat izin operasi dari Departemen Olahraga dan Rekreasi.

Pejabat memperkirakan industri sabung ayam menghasilkan US$18 juta (sekitar Rp251,4 miliar) masing-masing tahun dan mempekerjakan selama 27 ribu orang laksana Rojas, menulis bahwa kegiatan berkisar dari hakim sampai teknisi yang mencuci arena, memberi santap ayam dengan pepaya sesudah berkelahi, hingga dengan mereka yang menyelamatkan taji ayam sebelum pertarungan.

Banyak dari mereka cemas kehilangan pekerjaan saat Kongres Amerika Serikat (AS) mengamini RUU Pertanian 2018 Desember kemudian yang bertujuan menyelesaikan sabung ayam di distrik AS, memberi mereka waktu setahun untuk mematuhinya aturan anti kekerasan pada fauna itu.

Sabung ayam telah ilegal di semua 50 negara unsur AS namun masih dipraktekkan secara luas di yurisdiksi lainnya, tergolong Puerto Riko.

Langkah tersebut membuat tidak sedikit pejabat di Puerto Riko bersiaga atas apa yang mereka pandang sebagai gangguan beda oleh pemerintah federal.

Bagaimanapun, sabung ayam dilegalkan pada tahun 1933 oleh seorang gubernur Puerto Riko dari Kentucky yang berjuang menarik wisatawan AS ke kawasannya.

Langkah tersebut mengakhiri 34 tahun peperangan bawah tanah yang dibuka ketika pemerintah AS tidak mengizinkan praktik tersebut pada Mei 1899 setelah mengungguli Spanyol dan menempati Puerto Rico.

Adalah penjajah Spanyol yang membawa sabung ayam ke Puerto Riko, di mana ia lalu sukses menembus ras dan ruang belajar sosial, menurut keterangan dari dokumen yang dikemukakan sejarawan lokal Juan Llanes pada tahun 2014 tentang Kumpulan Tempat Bersejarah Nasional A.S.

"Melalui ayam-ayam di arena, budak dapat mengalahkan tuan mereka, orang kulit hitam dapat mengalahkan kulit putih, Criollos dapat mengalahkan Peninsulares," tulisnya.

Sabung ayam semakin populer sampai-sampai bahkan mendorong seorang uskup Katolik Roma pada tahun 1750 untuk tidak mengizinkan sabung ayam pada waktu-waktu tertentu sebab kehadiran di gereja menurun, kata Llanes.

"Olahraga sabung ayam di Puerto Rico tidak bakal hilang," kata Gerardo Mora, direktur eksekutif Komisi Sabung Aym Puerto Rico, unsur dari Departemen Rekreasi dan Olahraga area itu.

Mora ialah salah satu dari selama 50 orang yang menghadiri sabung ayam di lokasi Espinal pada Rabu malam di Toa Baja, suatu kota yang arena sabung ayam kesatunya didirikan pada 1786.

Sorak-sorai terdengar masing-masing kali seekor ayam sukses mengalahkan lawannya setelah peperangan sengit yang dilangsungkan kurang dari dua menit.

Ayam yang tewas dilemparkan ke dalam kantong plastik hitam untuk diguyur dengan bensin, dihanguskan dan lantas dikubur.

Salah satu yang duduk di kerumunan ialah Yeadealeaucks Báez, seorang guru dan melulu satu dari tiga perempuan di acara tersebut.

Dia bekerja di dapur lokasi sabung ayam dengan suaminya, kegiatan yang katanya memungkinkan mereka guna mengirim putri mereka ke perguruan tinggi di Florida dan menunaikan untuk edukasi putra mereka, yang kini seorang insinyur.

Mereka cemas larangan federal akan membenamkan mereka secara finansial, terutama menilik bahwa Puerto Rico terperosok dalam resesi 13 tahun karena berusaha untuk pulih dari Badai Maria dan mengupayakan merestrukturisasi beberapa dari beban utang publik lebih dari US$70 miliar.

Sementara semua pejuang sabung ayam dan pejabat pemerintah di Puerto Rico merayakan dilegalkannya sabung ayam, semua aktivis fauna seperti Wayne Pacelle, pendiri Animal Wellness Action yang bermarkas di Washington, menyesalkan tahapan tersebut.

Pacelle merasa bila sabung ayam melulu komoditi, bukan tradisi.

"Hanya sebab orang-orang hendak sekali dengan olahraga mereka tidak berarti tersebut bagian dari kebiasaan mereka," katanya.

PETA Latino pun menolak tahapan gubernur, dengan menuliskan sabung ayam merupakan pekerjaan yang amat membangkang norma. Kelompok tersebut menuduh pejabat pemerintah setempat mengayomi "industri yang kejam."

Beberapa legislator Puerto Rico percaya perjuangan atas upaya pulau tersebut untuk menghindari larangan federal akan selesai di pengadilan.

Dan tidak sedikit penggemar sabung ayam bersikeras larangan melulu akan mendorong pertarungan ilegal semakin berkembang.

Pejuang sabung ayam laksana Sigfredo Rivera bersumpah guna terus berpartisipasi sejumlah mungkin.

"Kau tidak tahu seberapa tertekannya kami," katanya mengenai larangan federal. "Aku tidak berhenti, dan aku tidak bakal berhenti."

No comments:

Post a Comment