Jepang Kirim Pasukan untuk Kawal Tanker di Teluk Oman.

Pemerintah Jepang mengamini rencana guna mengirim prajurit dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah pada Jumat (27/12). Mereka berdalih hal tersebut harus dilaksanakan untuk mengayomi kapal tanker yang membawa minyak guna Jepang, sebab negara tersebut sangat tergantung dengan pasokan energi dari luar negeri.
Seperti dikutip Associated Press, walau Jepang ialah sekutu Amerika Serikat, namun mereka tidak tergabung dalam pasukan koalisi AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Diduga urusan ini ialah upaya Jepang untuk mengupayakan terlihat netral sebab mereka melakukan pembelian minyak dari Iran.
Padahal, AS menjatuhkan sanksi dan embargo ekspor impor terhadap Iran.
Jepang dilaporkan akan mengerahkan selama 260 prajurit angkatan laut, satu kapal perusak, dan pesawat intai maritim Lockheed P-3C Orion. Pesawat tersebut akan ditugaskan untuk mengoleksi informasi intelijen di Teluk Oman, Laut Arab, serta Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.
Jepang tidak bakal mendekati Selat Hormuz yang menjadi tempat operasi pasukan koalisi AS.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, diadukan sudah menyatakan rencana tersebut saat Presiden Iran, Hassan Rouhani mendatangi Tokyo pekan lalu. Jepang sekitar ini mencoba menjaga hubungan baik dengan AS dan Iran, dan berjuang menjadi penengah salah satu kedua negara yang bertikai tersebut.
Sebanyak 80 persen keperluan energi Jepang bergantung dari pasokan minyak Timur Tengah. Pada Juni lalu, suatu kapal tanker Jepang diserang di Teluk Oman.
AS mendakwa Iran dalang serangan itu, dan meminta Jepang bergabung dengan pasukan koalisi mereka.
Kebijakan ini pun menjadi babak baru peran militer Jepang yang sangat diberi batas setelah Perang Dunia II. Berdasarkan keterangan dari undang-undang dasar Jepang, kekuatan militer mereka melulu akan dipakai untuk menjaga diri dan tidak mempunyai sifat ekspansif.
Akan tetapi, Abe menyimpulkan mulai memperluas kapasitas angkatan bersenjata Jepang dalam sejumlah tahun belakangan.

No comments:
Post a Comment