Moeldoko Dukung Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans-Kalimantan.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyokong rencana pembangunan pipa gas bumi trans-Kalimantan sepanjang 2.219 km yang menghampar dari Bontang-Banjarmasin-Palangkaraya-Pontianak.
Moeldoko menyinggung upaya pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo demi terciptanya Indonesia Maju melewati lima prioritas. Kelima aspek tersebut mencakup infrastruktur, investasi, kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan APBN yang tepat sasaran.
"Pembangunan infrastruktur ialah pembangunan kemajuan masyarakat. Pembangunan pipa gas trans-Kalimantan ini ialah proyek strategis yang memiliki value yang bisa dinikmati oleh semua masyarakat.
Pembangunan pipa gas bumi trans-Kalimantan akan menambah pertumbuhan industri, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan sektor riil," ujar Moeldoko dalam forum 'Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans-Kalimantan' di Pontianak, Selasa (3/12).
Pembangunan jaringan gas tersebut diinginkan Moeldoko laksana pembangunan jalan tol. Dia mencontohkan, pemerintahan Presiden Jokowi dapat membangun jalan tol sepanjang 1.350 km dalam 5 tahun terakhir yang sebelumnya dirasakan mustahil.
Moeldoko menegaskan pemerintah berkomitmen dalam merancang strategi pemanfaatan sumber energi gas bumi guna industri, ketenagalistrikan, lokasi tinggal tangga, transportasi, dan dikhususkan untuk pemanfaatan yang mempunyai nilai tambah sangat tinggi.
"Memang ini telah masuk di dalam blueprint Kementerian ESDM. Saya tentu lapor presiden bersangkutan kemauan masyarakat Kalimantan untuk menerapkan pembangunan pipa. Jika belum masuk RPJPMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional), nanti anda usahakan supaya bisa diharmonisasikan," jelas Moeldoko.
Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fashurullah Asa menyinggung bahwa pembangunan pipa gas trans-Kalimantan adalahtindak lanjut Rencana Induk Gas Bumi Tahun 2012-2025.
"Kementerian ESDM sudah merencanakan pembangunan jalur pipa gas trans-Kalimantan yang bakal membawa gas bumi dari Bontang, Kalimantan Timur untuk memenuhi keperluan energi gas alam di domestik khususnya untuk seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan. Sekaligus meminimalisir defisit perdagangan melewati peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai substitusi BBM khususnya pada sektor kelistrikan dan pertambangan, menyokong kesepakatan Paris Agreement 2015, serta pengembangan area industri dengan berbasis clean energy," ujar Ifan.

No comments:
Post a Comment