Desember, Banjir Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Cincin.

Sepanjang Desember, langit bakal* dihiasi bermacam gejala* astronomi. Akun sah* balai observasi tertua di Indonesia, Bosscha, menyinggung* pada Desember ini langit Indonesia bakal* dihiasi hujan meteor, konjugasi planet, sampai* gerhana matahari cincin.
Namun, sebelumnya LAPAN mengingatkan bahwa langit Indonesia jelang akhir tahun sering* tak bersahabat terhadap pemantauan* peristiwa langit. Pasalnya, langit sering* tertutup awan lantaran Indonesia sudah menginjak* musim penghujan.
Namun, sebelumnya LAPAN mengingatkan bahwa langit Indonesia jelang akhir tahun sering* tak bersahabat terhadap pemantauan* peristiwa langit. Pasalnya, langit sering* tertutup awan lantaran Indonesia sudah menginjak* musim penghujan.
"Akhir tahun memang bukan menjadi masa yang baik guna* menanti gejala* astronomis. Kondisi Indonesia kontras dengan lokasi* di belahan unsur* utara* yang justru tidak sedikit* langit terang* saat musim dingin," jelas Peneliti sains angkasa* LAPAN Rhorom Priyatikanto ketika* dihubungi lewat pesan singkat, sejumlah* waktu kemudian* (30/10).
Di samping* perlu sokongan* langit yang cerah, pengamatan pun* akan lebih optimal di distrik* yang minim polusi cahaya. Jadi, meneliti* langit di tengah kota bukan gagasan* yang baik. Bergeser ke distrik* pegunungan atau pantai yang minim pemukiman dapat* menjadi solusi.
Untuk menolong* menilai* posisi pemantauan* menurut* rasi bintang tertentu, Anda dapat* mengunduh software* seperti Google Sky Maps atau StarTracker.
Berikut ialah* jadwal gejala* yang dapat dicermati* di semua* wilayah Indonesia.
2 Desember : Hujan Meteor Pheonicid
Hujan meteor ini seringkali* terjadi pada 29 November sampai* 9 Desember. Puncak hujan meteor ini terjadi pada 3 Desember pukul 01:00 WIB. Bagi* mengamati, arahkan pandangan ke rasi Phoenix.
6 Desember : Hujan Meteor Cassiopeid
Hujan meteor ini dilangsungkan* mulai 1-8 Desember. Namun, puncak hujan meteor terjadi pada 6-7 Desember, mengutip In The Sky. Hujan meteor ini bakal* terjadi di dekat* kontalasi Andromeda.
Dari Indonesia, hujan meteor ini bakal* terlihat masing-masing* hari sampai* pukul 02:00 WIB dini hari. Namun, masa-masa* optimal pemantauan* sekitar pukul 20:00 WIB.
8 Desember : Hujan Meteor Puppid Velid
Hujan meteor ini aktif pada 1-15 Desember. Namun, puncak hujan meteor bakal* terjadi selama* 8 Desember pukul 00:00 dengan 10 meteor per jam.
Untuk menonton* hujan meteor ini pengamat perlu menggali* konstelasi Vela. Hujan meteor baru dapat* terlihat pada pukul 20:26 sampai* 05:05 WIB.
12 Desember : Hujan Meteor Hydrid
Hujan meteor Hydrid bakal* aktif pada 3-15 Desember dengan puncaknya di 12 Desember pukul 22:00 WIB. Untuk menonton* hujan meteor ini pengamat perlu menggali* konstalasi Hydra.
Konstelasi ini baru bakal* terlihat di awang* Indonesia pada 20:55 WIB tiap malam dan menghilang pada 5:10 WIB.
Pada tanggal ini, awan Magellan Besar pun* berada pada posisi yang baik guna* pengamatan. Awan Magellan Besar ialah* satelit dari Galaksi Bima Sakti yang anda* tempati.
14 Desember : Hujan Meteor Geminid
Bakal tampak* pada 4-17 Desember, dengan puncak hujan meteor pada 14-15 Desember. Untuk meneliti* hujan meteor ini cari rasi Gemini.
Rasi ini bakal* terlihat di Indonesia mulai 20:02 tiap malam sampai* 05:12. Mengutip In The Sky, pada puncaknya hujan meteor ini menghasilkan 120 meteor per jam.
"Akhir tahun memang bukan menjadi masa yang baik guna* menanti gejala* astronomis. Kondisi Indonesia kontras dengan lokasi* di belahan unsur* utara* yang justru tidak sedikit* langit terang* saat musim dingin," jelas Peneliti sains angkasa* LAPAN Rhorom Priyatikanto ketika* dihubungi lewat pesan singkat, sejumlah* waktu kemudian* (30/10).

No comments:
Post a Comment