658 Ribu Orang Terserang Malware Akibat Akses Situs Porno.

Kasperksy menulis sekitar 658 ribu pengakses website pornografi terinfeksi malware di semua dunia pada 2018. Infeksi malware melewati situs ini dilaksanakan dengan cara SEO black hat.
Metode ini melibatkan evolusi konten dan pemaparan situs web riskan yang dipunyai peretas. Hal ini menciptakan situs yang mereka miliki hadir di pencarian sangat atas dalam mesin pencarian.
"Situs web semacam tersebut dapat ditemukan di lokasi ketiga atau keempat dalam susunan hasil pencarian. Metode ini masih dipakai secara aktif oleh pelaku durjana siber," ujar Malware Analyst Kaspersky Oleg Kupreev dalam penjelasan resmi.
Oleg menuliskan efisiensi serangan ini memang sudah menurun sebab platform search engine telah mengenalkan metode-metode ketenteraman dalam sistem. Akan tetapi, peretas masih memakai metode serangan SEO black-hat secara aktif.
"Situs web semacam tersebut dapat ditemukan di lokasi ketiga atau keempat dalam susunan hasil pencarian. Efisiensinya sudah berkurang berkat tidak sedikit mesin pencari yang berusaha melawan pekerjaan SEO black-hat itu dan upaya mereka dalam mengayomi pemakai dari konten berbahaya," katanya.
Lebih lanjut, Olev menyarankan supaya pemakai tetap mengakses situs-situs terpercaya guna menghindari serangan. Meski mengerjakan pencarian lewat Google, tak menutup bisa jadi situs mengandung malware tetap ada.
"Agar tetap aman saat mengerjakan pencarian di web, kami sarankan Anda memakai solusi ketenteraman terpercaya dan menghindari guna mengklik website web yang memunculkan kecurigaan dan tidak dikenal melewati mesin pencari," ujar Olev.
Berdasarkan laporan Kaspersky, serangan siber lewat website porno menurun selama 36 persen dikomparasikan 2017. Saat itu, terdapat lebih dari 1 juta pemakai serangan siber.

No comments:
Post a Comment