Anggaran jalur sepeda naik puluhan miliar, Anies dinilai tak paham prioritas
Lonjakan perkiraan untuk jalur sepeda yang diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), dari 4,5 miliar menjadi 73,8 miliar, dinilai mengindikasikan lemahnya perencanaan perkiraan Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya, diminta memikirkan skala prioritas dalam menyusun perkiraan atau program yang bakal dikerjakan.
"Pemprov DKI mesti jeli menyaksikan mana yang menjadi skala prioritas," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10).
Menurutnya, perkiraan puluhan miliar itu akan lebih baik andai diperuntukkan untuk program-program prorakyat, yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan menambah pemberdayaan ekonomi penduduk Ibu Kota.
Anggaran tersebut pun dapat dianggarkan untuk dinas-dinas yang lebih tepat sasaran dan menjadi prioritas utama. Hal ini dinilai penting, supaya subsidi yang diserahkan Pemprov DKI tepat sasaran.
"Sekarang ini kan terdapat subsidi yang diperuntukan guna orang miskin, dan kartu Jakarta lansia, kartu Jakarta sehat," ucapnya.
Gembong pun mempertanyakan evolusi nilai perkiraan untuk jalur sepeda pada KUA-PPAS Pemprov DKI, yang dilaksanakan secara tiba-tiba. Menurutnya, urusan ini mengindikasikan perencanaan perkiraan yang dilaksanakan Pemprov DKI dilaksanakan secara lemah dan tanpa pertimbangan matang.
"Perencanaan yang lemah menyebabkan lonjakan perkiraan yang tidak jelas juntrungannya, misalnya dari Rp4 miliar naik menjadi Rp73 miliar inikan soal perencanaan. Kalau perencanaanya baik, terdapat kajian yang baik, enggak barangkali sampai tersebut terjadi," kata Gembong.

No comments:
Post a Comment