Mahluk Mirip Cacing Ini Mungkin Moyang Seluruh Hewan, Begini Wujudnya - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Wednesday, March 25, 2020

Mahluk Mirip Cacing Ini Mungkin Moyang Seluruh Hewan, Begini Wujudnya



Mahluk Mirip Cacing Ini Mungkin Moyang Seluruh Hewan, Begini Wujudnya


sciencealert

Peneliti sukses menemukan bukti eksistensi mahluk hidup mula yang diketahui adalahnenek moyang dari nyaris semua fauna di planet ini.

Peneliti mengejar organisme berbentuk serupa cacing itu di suatu batu endapan berusia 555 juta tahun di terpencil Australia.

Organisme yang diberi nama Ikaria wariootia tersebut teridentifikasi berukuran kecil dan sederhana.

Panjangnya berkisar antara 1,9 sampai 6,7 milimeter. Dan lebarnya 1,1 sampai 2,4 milimeter.

Seperti dikutip dari Newsweek, Senin (23/3/2020) peneliti juga percaya ukuran terbesar mahluk tersebut akan menjangkau tidak lebih dari 7 milimeter atau kira-kira melulu seperti sebutir beras.

Namun terlepas dari kesederhanaan itu, peneliti beranggapan jika I.wariootia sebetulnya jauh lebih kompleks.

Mahluk ini memiliki keterampilan untuk mencari di sepanjang pasir beroksigen baik di dasar laut untuk mengejar makanan.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa mereka mempunyai indera.

Dari pemindaian 3D yang dilakukan, peneliti mengejar pula andai spesies tersebut mempunyai mulut, usus, anus yang membuktikan andai mereka memakan bahan-bahan organik.

Selain tersebut peneliti pun menemukan adanya otot-otot beralur yang dipakai untuk mengerjakan gerakan maju, laksana pada cacing ketika ini.

Sehingga peneliti juga mengungkapkan andai Ikaria wariootia ialah contoh bilateria tertua yang pernah ditemukan.

Bilateria sendiri merupakan fauna dengan tubuh simetris bilateral, dengan kata lain mempunyai bagian tubuh depan dan belakang, sisi simetris, serta mulut dan anus yang terhubung satu sama beda dengan usus.

"Temuan ini kemungkinan ialah bilaterian tertua. Jadi penemuan Ikaria wariootia tersebut menjadi tonggak utama dalam pemahaman kita mengenai nenek moyang fauna di Bumi," papar paleontolog Scott Evans, dikutip Science Alert, Selasa (24/3/2020).

Studi tersebut telah dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Gloria Setyvani Putri





No comments:

Post a Comment