Timur Leste Minta Bantuan RI hingga Korban Tewas Virus Corona

Timor Timur mengungkapkan alasan untuk meminta bantuan kesepakatan Indonesia dengan penanganan virus corona untuk jumlah kematian akibat virus corona mencapai 425 orang di Cina berita meramaikan internasional, Selasa (4/2).
Timor Leste berniat untuk naik ke karantina di Bali selama 17 warga mereka akan dievakuasi dari Cina. Menteri Perencanaan dan Investasi Timor Timur, Xanana Gusmao, mengatakan alasan untuk meminta bantuan kepada Indonesia terkait penanganan virus corona (2019-nCov) untuk sarana dan prasarana yang mereka miliki tidak memenuhi syarat.
Xanana mengatakan bahwa sampai saat ini Timor Leste tidak memiliki fasilitas untuk orang karantina virus corona. Jadi mereka perlu meminta bantuan Indonesia dalam melakukannya.
"Karena mereka harus memahami bahwa kita tidak memiliki fasilitas, tidak memiliki apa-apa, jadi kami bertanya apakah itu bisa seperti negara-negara lain [karantina]," kata Gusmao di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Jakarta, Selasa (4 / 2).
Xanana mengatakan bahwa saat ini beberapa warga Timor masih di Cina. Mereka belum dievakuasi karena Timor Timur tidak memiliki fasilitas karantina yang memadai.
Seorang warga Indonesia dilaporkan terinfeksi oleh virus Corona di Singapura. Ia tercatat menjadi 21 terkena virus di negara ini.
Seperti dilansir Channel News, Selasa (4/2), wanita 44 tahun yang bekerja sebagai pembantu dipanggil untuk mengalami gejala karena corona virus wabah pada hari Minggu pekan lalu. Dia tidak meninggalkan rumah karena itu baru dan dibawa ke rumah sakit pada hari Senin.
Sampai saat ini identitas yang relevan masih rahasia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, negara mendapatkan konfirmasi tentang hal itu.
"Kedutaan Singapura telah menerima konfirmasi lisan dari Departemen Kesehatan Singapura. Namun, karena Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, identitas warga negara tidak dapat disampaikan," tulis Faiza melalui pesan WhatsApp
Seorang warga negara Indonesia (warga) yang bekerja sebagai pembantu dilaporkan menjadi virus Corona 21 positif di Singapura. Dia menyebutnya virus setelah majikan setelah terjangkit virus yang sama, Senin (3/2) kemarin.
Menurut Departemen Kesehatan Singapura menerima CNNIndonesia.com, Selasa (4/2), perempuan warga negara 44-tahun bekerja di rumah majikan yang adalah seorang wanita berusia 28 tahun di Jalan Bukit Merah. Pengusaha tidak pernah bepergian ke China.
Namun, majikan dilaporkan bekerja pada sebuah toko obat Cina bernama Yong Thailand Bertahanlah jalan jumlah Cavan 24. Pelanggannya kebanyakan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu.
Dia menderita sakit tenggorokan dan demam Januari 29. Dia kemudian pergi pergi ke dokter umum di klinik pada hari yang sama.
Cina Komisi Kesehatan Nasional mencatat 64 orang di Provinsi Hubei meninggal akibat infeksi virus corona pada Selasa (4/2). Total kematian naik menjadi 414 di pusat distribusi di Hubei dan berjumlah 425 orang di seluruh China.
Mengutip AFP, corona virus menyebar dalam satu hari di Hubei meningkat mencapai 2.345 dan 3.235 kasus di seluruh China.
Pemerintah Cina mencatat 10.990 pasien dengan 576 lain dinyatakan dalam kondisi perawatan penerima kritis di Hubei tengah. Di seluruh dunia, 20.400 kasus wabah virus corona yang tersebar di 26 negara.

No comments:
Post a Comment