Menghidupkan Kembali Sang Legenda Coco Chanel.

Di 1895, Albert Chanel mendarat di suatu kongregasi Saint-Coeur de Marie di distrik Aubazine Abbey. Bersamanya, Gabrielle, Julia, dan Antoinette. Disinilah
Gabrielle 'Coco' Chanel menguras masa kecilnya, tergolong mengenal teknik menjahit pakaian.
Lokasi kongregasi ini menjadi ilham utama guna set Chanel Haute Couture musim panas 2020, menyeluruh dengan air mancur, tanaman-tanaman kebun seperti
tomat, sampai kain-kain lebar yang digantung. Inspirasi sang legenda ini mungkin pun didasarkan sebagai pengingat perjalanan hidup Coco Chanel yang meninggal pada 10 Januari 1971 di Perancis.
Tampaknya Virginie Viard, yang sekarang melanjutkan tujuan Karl Lagerfeld di lokasi tinggal mode Chanel, hendak kembali ke asal awal filosofi fesyen yang menjadikan Coco Chanel seorang legenda, laksana potongan busana yang mewajibkan lengan dapat bergerak bebas, masing-masing kancing yang mesti mempunyai lubang kancing, bermanfaat sebagaimana layaknya kancing, dan tidak saja dekorasi semata.
Di suatu kongregasi, pakaian-pakaian diciptakan dengan siluet-siluet yang sleek dan tidak terlampau rumit. Setiap elemen diciptakan secara fungsional. Warna-warna hitam dan putih pun mendominasi, dengan sejumlah rona lembut laksana beige, biru muda, dan peach menyelip di sejumlah tampilan.
Di samping menonjolkan koleksinya, Chanel pun menguatkan satu sisi bisnis. Sesuatu yang diharapkan kliennya guna memilih warna spesial cocok yang diinginkan. Sebuah 'akses' kemewahan spektakuler di dunia couture, di mana semua klien boleh mengolah tampilan pribumi runway, laksana memilih warna, ukuran lengan, sampai jumlah hiasan di suatu look yang mereka inginkan. Ini bakal menjadikan baju yang mereka pesan menjadi satu-satunya di dunia.
Semuanya dipasangkan dengan sepatu hitam dan kaus kaki putih tinggi yang serupa seragam sekolah. Tentu saja bukan Chanel bila tidak memperlihatkan tampilan- tampilan yang didekorasi dengan lace serta bordir produksi tangan yang mewah.
Virginie Viard, yang adalahsalah satu dari tidak banyak couturier Prancis, mempersembahkan suatu koleksi tradisional haute couture yang benar- benar bermuara dari Prancis.
Semua ini menjadikan 'awal' dari perjalanan hidup Coco Chanel tersebut sebuah penghormatan dan menjalankan faedah haute couture sebagai unsur dari identitas suatu kebudayaan.

No comments:
Post a Comment