Bersantap di Dalam Rindangnya Taman 'Pantai Kapuk' - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Friday, January 10, 2020

Bersantap di Dalam Rindangnya Taman 'Pantai Kapuk'

Bersantap di Dalam Rindangnya Taman 'Pantai Kapuk'.

Hasil gambar untuk the garden


Sejak sejumlah waktu lalu, area Pantai Indah Kapuk menjelma menjadi surga kuliner. Beragam kafe dan restoran berderet di kiri dan kanan jalannya. Kawasan ini memang familiar sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di unsur utara Jakarta.

Pilihan saya jatuh pada kereta Santa Claus yang diisi kado Natal. Kereta tersebut tampak laksana mau menginjak hutan yang sarat dedaunan.

Kereta merah tersebut sebenarnya adalahpintu masuk mengarah ke The Garden, lokasi untuk bersantap santai di PIK. Dari sekian tidak sedikit kafe, kehadiran kereta Santa itu lumayan menarik perhatian dan menciptakan saya penasaran, apa yang terdapat di baliknya.


Kereta itu akan mengantarkan masing-masing orang yang menaikinya mengarah ke lorong taman bermain mengandung lolipop dan boneka salju khas ornamen Natal dan tahun baru. Kafe ini sengaja menghadirkan nuansa itu untuk menyambut tahun 2020. Setiap musim, tema itu akan diganti secara rutin supaya pengunjung tak jenuh dan kehabisan lokasi untuk berfoto.

Memasuki unsur dalam kafe, pengunjung akan disambut dengan lebatnya dedaunan di masing-masing sudut. Mengusung nama The Garden, kafe ini menyajikan konsep bersantap laksana berada di tengah taman bunga.

Setiap meja dan kursi dikelilingi daun-daun hijau yang mayoritas adalahartifisial. Sejumlah bunga berwarna-warni pun tampak mekar sempurna. Beberapa pohon besar menjulang tinggi ke langit-langit seolah menjadi payung lokasi berteduh. Setiap unsur didekorasi supaya bisa menjadi lokasi berfoto, keperluan generasi media sosial ketika ini.

Saya duduk di sebelah pohon besar, di kursi besi dengan meja kayu. Sambil merasakan suasana, saya memesan Nachos Kampung sebagai makanan pembuka.

Nachos sejatinya adalahmakanan enteng asal Meksiko. Makanan ini terdiri dari keripik tortila crispy yang diguyur keju cair dan diberi cabai jalapeno khas Meksiko. Sedangkan Nachos Kampung adalahkeripik crispy dengan keju cair yang dipadukan dengan sambal matah dan potongan ayam.

Awalnya, kecombrang dan bawang merah khas sambal matah bakal begitu powerful terasa. Butuh waktu untuk lidah saya guna dapat beradaptasi dengan gabungan sambal matah, keju, dan keripik makanan enteng itu. Hidangan ini bisa menjadi makanan pendahuluan atau santapan seraya nongkrong santai dengan teman-teman.

Sebagai makanan utama, saya memilih mengupayakan dua menu klasik yang jadi tumpuan dari kafe ini yaitu Our Favorite Mee Goreng dan Thai Fried Rice. Pengunjung harus menunggu lumayan lama sampai makanan tersaji. Rata-rata dapat mencapai lebih dari 20 menit.

Our Favorite Mee Goreng adalahracikan mi kuning tipis dengan gabungan tauge, udang, dan telur orak-arik. Tambahan telur bulat rebus separuh matang dengan sambal terasi semakin memperkaya isian mi ini.

Secara garis besar, mi ini mempunyai rasa pedas manis dengan minyak yang berlebihan. Sedangkan rempah dan bumbu tak begitu ketara pada mi ini.

Sedangkan Thai Fried Rice adalahnasi goreng yang diciptakan dengan gaya Thailand. Olahan nasi dibaur dengan tom yam, udang, cumi, dan daun jeruk menyatu dalam satu porsi besar yang dihidangkan dengan telur separuh matang dan sambal terasi.

Rasanya, laksana nasi goreng pada umumnya. Rempah dan tom yum khas Negeri Gajah malah tak begitu muncul.
Untuk melepas dahaga, saya memesan Happy Ending, mocktail yang tercipta dari stroberi, semangka, lemon, dan madu. Rasa segar langsung membasuh kerongkongan. Rasa semangka dan lemon lebih dominan.

Di samping mocktails pun ada sejumlah makanan penutup yang disajikan. Namun, sayangnya ketika saya datang hidangan penutup yang beberapa besar adalahes krim belum tersedia.

Saya pun memblokir santapan hari tersebut dengan berfoto di tempat yang Instagramable.

No comments:

Post a Comment