Microsoft Akui Ahli Sektor Digital di Indonesia Masih 'Minim'.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee tak memungkiri bahwa sumber daya insan (SDM) dengan kemahiran di bidang digital di Indonesia masih minim.
"Iya, anda harus mengakui bahwa memang dari sisi keahlian (digital) sekarang tidak cukup atau minim. Sebab, menurut keterangan dari kita pemerintah ketika ini arahannya guna mengembangkan kemahiran digital dan itu ialah hal yang benar guna dilakukan," tuturnya untuk awak media ketika acara Edu Summit Microsoft 2019 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/12).
Oleh sebab itu, Haris menuliskan perlu terdapat upaya pengembangan talenta digital di Indonesia, khusus untuk para orang tua, seharusnya mengenalkan perangkat teknologi untuk anak mereka sejak kecil.
Tak melulu sampai di sana, sang anak pun mesti dididik soal teknik mempelajari dan beranggapan kreatif melewati teknologi.
"Hal yang penting ialah sebagai orang tua, benak kita mesti terbuka supaya anak-anak menjadi lebih kreatif dan belajar hal-hal baru melewati teknologi, walau sulit dan menantang," cerah Haris.
Berdasarkan keterangan dari Benny, ada sebanyak hal yang dibutuhkan anak guna mengembangkan inovasi teknologi terbaru. Pertama, kolaboratif. Anak dinilai tidak dapat merangkai inovasi sendiri, maka dibutuhkan sekian banyak platform digital untuk mendukung inovasi itu.
Kedua, beranggapan kreatif. Benny menuturkan di sejumlah negara maju, ketika ini mengandalkan kreatifitas guna menghasilkan produk teknologi baru yang dapat menjadi pemasukan untuk mereka.
"Lalu beranggapan kritis pun penting sebab jaman sekarang menggali informasi mudah sekali tetapi menggali informasi yang benar dan tepat serta cocok dengan destinasi kita, tersebut luar biasa sulitnya. Saat ini masih tidak sedikit informasi keliru menciptakan orang berpandangan negatif dan kesudahannya berperilaku negatif juga," jelas Benny.
Terakhir kata Benny, anak pun dituntut untuk beranggapan secara terstruktur, "Kalau tidak bisa beranggapan terstruktur, mereka ingin lompat-lompat (pikirannya). Oleh karena tersebut mereka tidak dapat mencapai destinasi yang mereka inginkan."
"Kami bareng sejumlah LSM dan Kominfo tengah bekerja sama guna meningkatkan kemahiran di bidang digital," sambungnya.
Selain berkolaborasi dengan LSM dan kementerian bersangkutan, Microsoft Indonesia pun menyelenggarakan serangkaian pekerjaan untuk mengenalkan teknologi untuk anak semenjak dini melewati acara Edu Summit Microsoft 2019.
Berdasarkan keterangan dari Education Lead Microsoft Indonesia Benny Kusuma pekerjaan Edu Summit tersebut mempertemukan semua pemangku kepentingan untuk menyerahkan solusi edukasi berbasis teknologi, mempersiapkan kemampuan digital masa mendatang melalui pelatihan kecerdasan produksi (AI), dan machine learning serta membuat pembelajaran tanpa batas guna transformasi edukasi di Indonesia.
"Prinsipnya kita menyelenggarakan acara dua hari ini (11-12 Desember 2019) untuk menyerahkan pengenalan lebih mendalam untuk para pelaku di bidang pendidikan, bagaimana teknologi tersebut membantu mereka mengerjakan tugas dengan lebih baik," terangnya.

No comments:
Post a Comment