- TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Sunday, December 8, 2019

Luhut hingga Erick Thohir Hadiri Grounbreaking Menara Syariah di PIK.


Para menteri dan pengusaha berkumpul di area Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara, pada Minggu malam (7/12) guna groundbreaking Menara Syariah.
Menara Syariah tersebut adalahbagian dari pembangunan megaproyek pusat finansial syariah internasional yang di bina oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group dengan menggandeng sebanyak investor mancanegara.
Presiden Direktur Agung Sedayu, Nono Sampono mengucapkan keseluruhan area keuangan syariah internasional itu akan memerlukan investasi senilai USD 5 miliar atau setara Rp 70 triliun.
“Dibangun dalam jangka masa-masa 10 tahun,” ujar Nono dalam sambutan di PIK Jakarta Utara, Minggu (8/12).
Adapun sejumlah tokoh yang tampak muncul ialah Presiden Direktur Agung Sedayu Group Nono Sampono, Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Di samping itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Terawan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Azis.
Pembangunan megaproyek pusat finansial syariah internasional Indonesia dan Malaysia baru saja diresmikan. Hal tersebut ditandai dengan pencanangan kesatu atau ground breaking Menara Syariah pada Minggu (8/12).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, proyek tersebut dapat berpotensi mempekerjakan hingga 20 ribu orang.

“Yang membanggakan untuk pemerintah sebab akan pekerjakan 5 ribu sampai 20 ribu tenaga kerja,” ujar Airlangga dalam sambutan di PIK Jakarta, Minggu (8/12).

Airlangga menuliskan perlunya pembangunan area ini sebab Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam bidang ekonomi syariah. Realisasinya sekitar ini masih paling minim sehingga memerlukan lompatan.

“Kalau anda lihat, syariah dunia di tahun 2023 targetnya USD 3 miliar. Per hari ini USD 460 juta. Dan bila kita lihat di Indonesia ini masih paling tertinggal, melulu 10 persen dari finansial kita yang basisnya syariah,” ujarnya.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun menyetujui itu. Indonesia sebagai negara dengan jumlah warga muslim terbesar, tidak boleh sampai melulu jadi market.

“Sangat besar sekali (potensinya). Tadi kan saya bilang potensi syariah tersebut mencapai USD 3 miliar. Kita baru bisa berapa persen. Kecil,” katanya.





No comments:

Post a Comment