LBH Surabaya Ungkap Latihan Militer di Permukiman Pasuruan - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Tuesday, November 19, 2019

LBH Surabaya Ungkap Latihan Militer di Permukiman Pasuruan

LBH Surabaya Ungkap Latihan Militer di Permukiman Pasuruan.


Hasil gambar untuk LBH

Warga Desa Wates, Kecamatan Lekok, kabupaten Pasuruan, Selasa (19/11) siang, dikagetkan oleh bunyi rentetan tembakan. Suara itu berasal dari senjata sebanyak sosok berseragam militer yang berlatih perang di dekat pemukiman warga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan YLBHI-LBH Surabaya, Moh Soleh. Berdasarkan laporan penduduk yang diterima pihaknya, suara tembakan itu terjadi selama pukul 12.00-14.00 WIB.
"Informasi anda dapatkan selama pukul 12.00-14.00 WIB, anda dikirimi video tersebut oleh warga, yang lantas terlihat ada pelajaran militer di tengah pemukiman warga," kata Soleh, untuk CNNIndonesia.com, Rabu (20/11)


Mendapatkan laporan itu, Soleh juga langsung mengunjungi lokasi. Kemudian diketahui bahwa pelajaran militer itu tak disertai dengan laporan terhadap Kepala Desa Wates dan semua warga setempat.

"Setelah anda datangi ke lokasi, memang menurut keterangan dari warga, tersebut tidak ada pengumuman sebelumnya bahwa bakal ada pelajaran di tengah pemukiman warga. Warga sempat kaget pun karena di siang hari masa-masa mereka istirahat, anak-anak madrasah pun lagi bersekolah dan kaget," kata dia.
Kendati tak terdapat korban jiwa dan kehancuran rumah warga, LBH Surabaya mengecam aksi pelajaran militer di tengah pemukiman itu. Berdasarkan keterangan dari Soleh urusan tersebut tentu memunculkan trauma untuk warga setempat.

Soleh berencana mengadukan hal ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Ia menilai oknum tentara yang berlatih militer di distrik pemukiman warga sudah mengganggu hak atas rasa aman dan ketentraman.

"LBH Surabaya paling mengecam tindakan pelajaran militer di tengah pemukiman warga, yang terjadi di desa Wates, Lekok, Kabupaten Pasuruan itu. Tentu tersebut melanggar pasal 28G UUD 1945, yang menata tentang hak atas rasa aman dan ketentraman" ujar Soleh.
Soleh memandang pelaporan ini dibutuhkan sebab pada Juli 2019 lalu, seorang penduduk Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, terluka dampak peluru nyasar. Desa Semedusari sendiri terletak tak terlampau jauh dengan Desa Wates.

Kedua Desa tersebut, kata Soleh, adalahdua dari sepuluh desa di Kecamatan Lekok dan Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang bersengketa dengan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AL.

"Kita bakal mendorong Presiden Joko Widodo, guna segera menuntaskan konflik yang terjadi di 10 desa di Kabupaten Pasuruan tersebut, karena bila kemudian konflik ini tidak segera ditamatkan tentu akan lantas mengancam ribuan penduduk yang terdapat di sana," kata dia.

Pihak TNI dan Polri belum memberi tanggapan perihal pelajaran militer ini.

No comments:

Post a Comment