Tuan Tigabelas Tentang Basket, Hip Hop, dan Restu Keluarga - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Friday, October 25, 2019

Tuan Tigabelas Tentang Basket, Hip Hop, dan Restu Keluarga

Tuan Tigabelas Tentang Basket, Hip Hop, dan Restu Keluarga


Tuan Tigabelas

Nama Tuan Tigabelas tengah naik daun dalam industri musik Indonesia. Selama satu tahun terakhir tidak lumayan lebih ia manggung 10 kali dalam satu bulan. Jumlah penampilan yang tidak tidak banyak untuk musisi.

Bila mendengar lagu Tuan Tigabelas, sudah jelas ia mengusung genre hip hop. Salah satu genre yang sangat hidup di bawah tanah, meski sesekali muncul ke industri seperti dalam lima tahun belakangan.

Capaian Tuan Tigabelas saat ini tidak diraih dengan mudah. Ia telah melalui tidak tidak banyak halang rintang untuk menjadi rapper, karier bermusiknya dilangsungkan perlahan tetapi pasti. Semua berawal pada 2007 saat ia masih kuliah jurusan hukum di Trisakti.
"Tahun 2007 bikin band Top 40 sama teman, waktu itu era Black Eyed Peas yang dalam lagu ada bagian rap. Biasanya Sabtu-Minggu manggung bawain lagu musisi lain, coba hip hop," kata Tuan Tigabelas saat berkunjung ke kantorsebanyak waktu lalu.

Sembari bermusik, ia juga menjadi pemain basket streetball guna kesebelasan Jakarta sejak 2005. Posisinya merupakan point guard atau playmaker, Tuan Tigabelas mendapat dijuluki best kept secret. Pemain streetball dialami layak bila sudah mendapat julukan.
Streetball menjadi salah satu medium Tuan Tigabelas jadi dekat dengan hip hop. Hampir setiap pertandingan streetball ada kompetisi rap battle. Menurutnya, rap battle di pertandingan basket wajar karena olahraga itu memang memiliki kedekatan dengan hip hop.

Hip hop berasal dari distrik The Bronx, New York. Kawasan tersebut termasuk ghetto yang dengan kata lain area kumuh yang tidak tidak banyak ditempati warga Amerika berkulit hitam. Hampir di setiap pemukiman padat terdapat lapangan basket yang menjadi salah satu sarana warga.
"Opsi yang mereka punya melulu jadi atlet, pengedar narkoba atau rapper. Kalau mereka main basket di Rucker Park, lagu latarnya hip hop. Itu juga yang bikin gue jatuh cinta sama hip hop," kata Tuan Tigabelas, merujuk pada sebuah lapangan basket di lokasi Harlem, New York yang tidak tidak banyak 'melahirkan' bintang-bintang basket AS.

Di samping itu, ia mengenal hip hop pun melewati band Korn asal Amerika Serikat yang bergenre nu metal. Pada 1998 Korn merilis album Follow the Leader, di mana di dalamnya terdapat lagu Children of The Korn yang berkolaborasi dengan rapper Ice Cube.

Dari situ Tuan Tigabelas mulai berpikir untuk bersolo karier. Akhirnya pada 2016 ia meminta izin guna personel beda guna solo karier sebagai tanpa meninggalkan REP. Berikutnya, ia juga meminta izin guna sang istri untuk berhenti bekerja demi fokus bermusik. Izin tak langsung diberikan, ia butuh waktu satu tahun untuk merayu istri.

"Lo benar mau cebur? Kalau mau jangan sampai kaki doang. Ingat, lo punya anak dan istri. Gue bebaskan lo mengejar mimpi, tapi jangan lupa kewajiban," kata Upi menirukan perkataan istri.

Tuan Tigabelas melanjutkan, "Akhirnya gue mulai jalan solo karier, di awal berdarah-darah. Gue pernah jual mikrofon untuk beli susu. Setiap Sabtu-Minggu bila enggak ada panggung gue kerja lepas sama teman gue di kontraktor acara dulu."

Lagu On My Mind merupakan lagu pertama yang ia rilis dengan nama Tuan Tigabelas. Tidak ada filosofi rumit di balik nama itu. Tuan berarti laki-laki, dan ia berlahiran pada 13 Oktober. Jadilah Tuan Tigabelas.

Kala itu Tuan Tigabelas yang masih belasan tahun menyadari bahwa musik hip hip bisa masuk ke sekian tidak sedikit genre musik. Dari sana, ia lantas makin familier dengan musisi legendaris hip hop, seperti Tupac dan Snoop Dogg.

Perjalanan Tuan Tigabelas dalam hip hop yang sesungguhnya dimulai pada 2009 saat menulis lagu sendiri. Kemudian pada 2011 ia merangkai band memiliki nama Rebel Education Project (REP) yang bergenre hip hop. Jelas ia berperan sebagai vokalis.

REP merilis album perdana bertajuk Letter To pada 2014 di bawah naungan label rekaman Demajors. Album itu mengantar REP memasuki komunitas bawah tanah musik hip hop. Di samping sibuk bermusik, sejak 2013 Tuan Tigabelas juga bekerja sebagai kontraktor acara. Hal itu ia kerjakan supaya kebutuhan keluarga tercukupi. Tak peduli lelah, baginya yang urgen dapat menghidupi anak dan istri.

"Gue ngeband berarti gue mesti bawa drum dan mixer sendiri. Kalau baru mulai kan enggak mungkin ada biaya produksi. Gue harus tanggung tersebut seluruh sendiri, berat banget," katanya.
Setelah itu ia merilis single bertajuk Hash of Haydar, Do It, WestWew dan Count Your Blessing. Perlahan ia menyempatkan menulis dan merekam lagu untuk album perdana yang rilis Juli lalu, bertajuk Harimau Soematra.

Album yang tidak tidak banyak mengandung lagu kritik sosial itu terbilang sukses. Tuan Tigabelas sendiri bersyukur karyanya mendapat respons positif. Namun kembali, sang istri mengingatkan bahwa keberhasilan ini masih harus
diperjuangkan.

"'Ujian gue sebagai istri sudah selesai, ujian gue waktu lo belum jadi apa-apa. Sekarang ini ujian lo. Lo bisa enggak menjadi diri sendiri walau udah ada di tahap ini'," kata Tuan Tigabelas menirukan perkataan istri kepadanya.

Ia kaget mendengar perkataan yang seakan menampar pipinya dengan telak itu. Selama tiga hari ia tidak jarang takjub memikirkannya. Kalimat itu selalu diingat Tuan Tigabelas dan dibawa kemana-mana saat bekerja untuk keluarga.

Penampilan Tuan Tigabelas dapat ditonton di Music At Newsroom melalui pada Jumat (25/10) mendatang.

No comments:

Post a Comment