Mendag Siapkan Tujuh Jurus Tangkal Dampak Perang Dagang - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Sunday, October 6, 2019

Mendag Siapkan Tujuh Jurus Tangkal Dampak Perang Dagang

Mendag Siapkan Tujuh Jurus Tangkal Dampak Perang Dagang

Hasil gambar untuk enggar lukita menteri


Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku sudah menyiapkan tujuh teknik yang dapat dilakukan Indonesia guna menangkal akibat sejumlah perang dagang yang terjadi dalam sejumlah waktu terakhir. Perang dagang terjadi antara Amerika Serikat-China, AS-Uni Eropa, sampai Jepang-Korea Selatan.



Pertama, konsentrasi menyelesaikan sekian banyak  perundingan dan perjanjian dagang internasional, baik secara bilateral maupun multilateral. Berdasarkan keterangan dari catatannya, minimal ada 12 perjanjian dagang yang telah diselesaikannya dalam tiga tahun menjabat sebagai Mendag.

"Ada tiga lagi (yang sedang dikejar), mudah-mudahan dapat kami selesaikan tahun ini guna ditandatangani tahun depan. Karena bila tidak dijalankan, anda akan kalah dengan negara tetangga, kini saja kita telah kalah dari segi investasinya," kata Enggar di area Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10).





Kedua, memperluas cakupan ekspor ke pasar non tradisional. Pasar itu adalahnegara-negara yang sekitar ini bukan partner dagang utama Indonesia dalam bidang ekspor.



"Kalau melulu tergantung pada pasar yang telah ada, laksana Jepang, Korea Selatan, Amerika, Eropa, China, ya tidak bisa. Jadi buka ke yang lain," ujarnya.



Ketiga, penganekaragaman produk ekspor melewati hilirisasi atau peningkatan nilai pada produk yang nantinya akan dipasarkan ke pasar internasional. Menurutnya, sekitar ini Indonesia melulu terpaku pada ekspor sumber daya alam, laksana minyak, gas, batu bara, dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO).



Padahal, sumber daya alam itu dapat saja habis. Di samping itu, gampang terpengaruh oleh gejolak ekonomi dunia. Bagi itu, penganekaragaman produk ekspor butuh dilakukan, misalnya menggandakan ekspor rotan, furnitur, sampai coklat.


Keempat, membuka diri pada relokasi industri. Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut menilai tahapan ini butuh dilakukan supaya aliran investasi dari luar negeri tetap masuk ke dalam negeri. Sebab, Indonesia pun perlu investasi guna menggenjot perkembangan ekonomi nasional.

Penerimaan relokasi industri pun harus dilaksanakan secara cermat, yaitu konsentrasi pada industri yang berorientasi ekspor dan dapat memajukan ekonomi nasional. Kelima, mengawal iklim investasi dan perdagangan.

"Jangan terdapat demo-demo yang anarkis makanya," celetuknya.

Keenam, menambah konsumsi domestik, terutama pada produk lokal.

"Cintai dan gunakan produk lokal di domestik itu butuh dilakukan," katanya.

Langkah terakhir Enggar ialah menjaga tingkat inflasi atau harga barang keperluan masyarakat. Ia menuliskan inflasi butuh dilakukan supaya tingkat daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga keterampilan konsumsi tetap tinggi.

"Kalau perkembangan ekonomi tinggi, inflasi tinggi, tersebut tidak terdapat artinya. Daya beli masyarakat mesti didorong. Kalau inflasi tinggi, itu dapat pengaruhi perkembangan ekonomi (jadi rendah)," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment