Ledakan Besar Hantam Galaksi Bimasakti 3,5 Juta Tahun Lalu - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Tuesday, October 15, 2019

Ledakan Besar Hantam Galaksi Bimasakti 3,5 Juta Tahun Lalu

Ledakan Besar Hantam Galaksi Bimasakti 3,5 Juta Tahun Lalu

Ledakan Besar Hantam Galaksi Bimasakti 3,5 Juta Tahun Lalu

Studi teranyar yang dilaksanakan oleh kesebelasan peneliti University of Sydney dan Pusat Studi Langit Astrofisika ARC, Australia mengungkap suatu ledakan besar menghantam galaksi Bimasakti pada 3,5 juta tahun lalu. Akibat ledakan tersebut, radiasi yang dicungkil meledak sampai terasa pada jarak 200 ribu tahun cahaya.

Sebuah suar yang dinamakan suar Seyfert tadinya berukuran kecil yang berada di sekitar pusat galaksi yang didominasi oleh lubang hitam supermasif. Suar ini lantas diketahui melebar ketika melintas di galaksi.

Peneliti meyakini kegiatan nuklir yang terhubung ke lubang hitam menjadi pemicu ledakan besar tersebut. Dibandingkan matahari, lubang hitam yang dinamakan Sagitarius A atau Sgr A ini mempunyai ukuran 4,2 juta kali lebih banyak dari matahari.
"Suar sedikit serupa dengan mercusuar. Bayangkan kegelapan, kemudian seseorang mengobarkan suar mercusuar guna periode masa-masa yang singkat," ungkap pengarang studi dan profesor University of Sydney, Joss Bland-Hawrthorn dan Pusat Studi Langit Astrofisika ARC yang disebut ASTRO 3D laksana mengutip CNN.

Para peneliti memperkirakan ledakan tersebut terjadi 3,5 juta tahun lalu, ketika leluhur insan purba laksana Australopithecus sedang di Afrika. Tabrakan asteroid ini menjadi penyebab punahnya dinosaurus pada 63 juta tahun sebelumnya. Ledaka itu terjadi sekitar sekitar 300 ribu tahun.

"Ini ialah peristiwa mengharukan yang terjadi sejumlah juta tahun silam dalam sejarah Bimasakti. Sebuah ledakan besar yang menghasikan energi dan radiasi langsung dari pusat galaksi ke pelajaran di sekitarnya. Ini mengindikasikan bahwa pusat Bimasakti ialah tempat yang jauh lebih dinamis dikomparasikan apa yang anda pikirkan sebelumnya," ungkap Lisa Kewley, peneliti dan direktur ASTRO 3D.
Studi ini adalahpenelitian lanjutan yang sebelumnya dilaksanakan oleh Bland-Hawthorn. Saat itu, Hawthorn memutuskan bahwa ledakan mempunyai kaitan dengan kegiatan lubang hitam, bukan bersumber dari ledakan nuklir.

"Temuan ini mengolah pemahaman anda secara mengharukan mengenai Bimasakti. Hasil penelitian baru ini bukannya membuka bisa jadi penafsiran ulang yang menyeluruh mengenai perubahan dan sifatya. Peristiwa ledakan tiga juta tahun kemudian begitu powerful sehingga menyerahkan konsekuensi pada galaksi kita," ungkap Magda Guglielmo, peneliti dari University of Sydney.

Tim peneliti memakai teleskop luar antariksa Hubble untuk mengetahui dan menghitung ledakan. Hasil temuan ini bakal dipublikasikan di The Astropysical Journal.

No comments:

Post a Comment