Setelah Gaji 8 Juta, Pelamar Kerja Tanpa Etika Ini Kembali Viral di Jagad Maya
Meski lapangan kegiatan terbuka lebar dan sekian banyak perusahaan dapat kamu masuki CV beserta Job Apllication, menggali pekerjaan zaman kini masih terbilang susah. Mengapa? Karena, pelamar pun mempertimbangkan tidak sedikit hal, mulai dari jarak lokasi bekerja dengan rumah, gaji yang diberikan, dan pengeluaran bulanan mereka.
Eits, sebagai tambahan, orang kini kadang enggan bekerja sebagai penjaga toko, admin, atau kegiatan yang sering dirasakan remeh temeh lain, melulu karena mementingkan prestise alias harga diri.
Padahal, kegiatan apa pun bakal terasa mudah bila kamu punya skill yang dapat ditunjukkan untuk bos. Kamu juga dapat diberi tip (uang tambahan) atau bahkan naik jabatan, bila memang baik sekitar bekerja –walaupun pekerjaannya bukan khayalan semua orang. Yang tak kalah urgen lagi, yang mesti dicerna oleh anda yang bakal mulai masuk ke dunia kerja ialah etika saat berkeinginan memulai melamar.
Ya, HRD dalam suatu perusahaan tertentu bakal mempertimbangkan anda untuk masuk bila sedari mula kamu telah manis dan sopan sikapnya. Karena tentu, masing-masing orang inginkan punya teman kerja yang baik, bukan? Jangan seperti sejumlah kisah orang inilah ini ya, gais.
Sebelumnya, anda tentu mendengar cerita viral fresh graduated yang protes melulu karena ia akan diserahkan gaji 8 juta Rupiah oleh suatu perusahaan lokal di mana dirinya bakal bekerja. Protes itu ia unggah di instgaram story-nya. Dirinya tak puas, sebab adalahlulusan universitas terbaik di Tanah Air, Universitas Indonesia. Lebih lanjut ia mengatakan bila seharusnya level bekerjanya telah taraf perusahaan asing. Pernyataan ini sontak saja ramai dan menuai tidak sedikit komentar netizen, yang tentu bilang bahwa sang mahasiswa yang baru saja lulus ini ’belagu’ dan melulu mengandalkan kerennya nama kampus saja.
Di samping si fresh grsduated yang enggan digaji 8 juta Rupiah ini, baru-baru terdapat Rina, seorang yang berkeinginan melamar kerja tetapi tak menggunakan sopan santun ketika bertanya untuk HRD perusahaannya. Rina berkeinginan mendaftar kerja jadi marketing penjualan mobil. Namun, dari chat kesatu saja sudah menciptakan kesal warganet satu Indonesia. Kalau anda pun sebagai seorang HRD menerima chat dengan model laksana ini pasti tak dapat santai, dong ya?
Seharusnya, sebagai orang yang menggali pekerjaan, berbicaralah dengan sopan dan santai. Kenalkan diri terlebih dahulu dengan kupasan yang biasa dipakai oleh orang yang bakal melamar pekerjaan. Di samping itu, Rina yang belum mengirim CV dan surat lamaran kerja ini telah bertanya nominal gaji. Setelah diberi tau oleh sang HRD, ia justeru membalasa dengan meremehkan nominal tersebut. Padahal, Rina barangkali belum punya empiris yang berharga guna bekerja di lokasi tersebut, bukan?
Yang dilaksanakan oleh Rina ini paling HARAM anda tiru ketika akan mengerjakan wawancara atau barangkali bertanya untuk HRD melewati pesan chat. Bukan justeru diterima, anda akan dicoret langsung sebagai pendaftar yang tak lolos di tahapan awal. Ingat, sikap arogan bakal membawamu untuk ketidakberuntungan. Mau sekeren apapun skill yang anda miliki, bila arogannya enggak ketulungan, tak terdapat orang yang mau berkolaborasi denganmu, gaes.
So, sebelum memasukkan lamaran pekerjaan, anda sangat boleh menyimak adab-adab atau etika beserta teknik mencari kegiatan yang baik. Sukur-sukur, sebab sikap manismu, HRD yang tadinya telah bete dan tak perlu karyawan lagi jadi tersingkap hatinya guna menerima anda sebagai pekerja.

No comments:
Post a Comment