Pensiunan Jenderal Ditangkap Kasus Bom Molotov, Ini Kata Tetangga - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Sunday, September 29, 2019

Pensiunan Jenderal Ditangkap Kasus Bom Molotov, Ini Kata Tetangga



Pensiunan Jenderal Ditangkap Kasus Bom Molotov, Ini Kata Tetangga

Massa aksi yang tergabung dalam Mujahid 212 mengibarkan bendera merah putih saat menggelar aksi selamatkan NKRI di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu, 28 September 2019. Pada aksi tersebut massa meminta mahasiswa untuk terus berjuang menolak UU KPK dan RUU KUHP. TEMPO / Hilman Fathurrahman W


Seorang Laksamana (Purn) berinisial SS ikut diciduk dalam permasalahan pembuatan bom molotov demonstrasi Mujahid 212 di Tangerang, Sabtu dinihari lalu. Pria yang berprofesi sebagai dosen ini pernah mengemukakan diri sebagai calon legislatif DPR RI.
Di samping SS, 4 terduga lain pun telah diciduk polisi sebab berencana membuat chaos guna mengacaukan demonstrasi Mujahid 212. Satu salah satu empat terduga itu ialah seorang dosen IPB berinisial AB.

Informasi yang diterima Tempo di grup WhatsApp media di Tangerang melafalkan 5 orang yang diciduk di jalan Maulana Hasanuddin Cipondoh tersebut sebelumnya berkumpul di lokasi tinggal SS di Taman Royal. SS diciduk polisi di jalan Permata Raya Poris Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang.

Tetangga SS di Taman Royal, Wahyudi, kaget sekaligus tidak percaya andai SS yang akrab dipanggil Pak Haji S itu diperkirakan menginisiasi dan menggerakkan penciptaan bom molotov guna demonstrasi Mujahid 212.

"Kaget banget malam Sabtu kami masih berkaraoke, Pak Haji S pun ikutan nyanyi dengan penduduk sekitar rumah. Dia gaul dan sering ceramah di masjid," kata Wahyudi yang rumahnya berdampingan dengan SS.
Wahyudi pun tidak curiga bila SS sering menerima tamu tak dikenal. "Sebagai tetangga ya tidak curiga sebab Pak Haji S ini politisi, dia caleg DPR RI namun gagal, anaknya pun nyaleg tapi pun tidak jadi Dewan."

Perihal penangkapan SS, Wahyudi telah tahu semenjak Ahad pagi. "Sejak Subuh telah ada informasi," kata Wahyudi.

Bahkan dia menyaksikan dan sempat menegur melewati satpam saat menyaksikan ada dua orang yang tidur-tiduran di sekitar rumah SS. "Ya ternyata polisi yang nyanggong, terdapat dua hari barangkali mengintai lokasi tinggal Haji S,"kata Wahyudi.

Dia menambahkan SS tidak masing-masing hari menduduki rumahnya sebab di samping ada lokasi tinggal di Cipondoh Makmur masih distrik Kecamatan Cipondoh, dia sering terbang ke Medan.

"Jadi dosen pun di sana (-Medan) jadi seminggu sekali kembali ke Tangerang karena mukim di sini," kata Wahyudi.

Hingga ketika dia masih tidak percaya atas penangkapan tetangganya itu. "Apa barangkali ya, dia kan bekas pejabat negara juga, baru pensiun April 2019 ini,"katanya.

SS dan sebanyak orang yang diciduk berinisial AB, S alias L, YF, AU, dan OS diciduk Tim Sensus 88 pada Sabtu 28 September 2019.

Kasat Reskrim Polres Metropolitan Tangerang Ajun Komisaris Besar Dicky Ario Yustianto menuliskan penangkapan kumpulan pembuat bom molotov guna demo Mujahid 212 itu dilaksanakan oleh kesebelasan Jatanras Polda Metro Jaya dan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. "Polres melulu backup, silakan penjelasan dari Pak Argo," ujar Dicky ketika dikonfirmasi hari ini melalui software WhatsApp.

No comments:

Post a Comment