Pabrikan Otomotif dalam Kekuasaan Toyota - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Friday, September 27, 2019

Pabrikan Otomotif dalam Kekuasaan Toyota



Pabrikan Otomotif dalam Kekuasaan Toyota



Raksasa otomotif asal Jepang Toyota Motor Corp menambah kepemilikan sahamnya di Subaru Corp menjadi 20 persen dari sebelumnya 17 persen. Kedua perusahaan akan menambah kerja sama dalam mengembangkan teknologi baru dalam produk kendaraan.

Investasi tersebut dilaksanakan sebulan sesudah Toyota dan Suzuki Motor Corp saling berbalas melakukan pembelian satu sama lain. Saling mengikat kepentingan ini cuma beberapa dari tidak sedikit kolaborasi Toyota yang melibatkan perusahaan otomotif global lain.

Di samping dua nama produsen tersebut, perusahaan dengan karakteristik logo tiga elips tersebut tercatat 'terikat' dengan sebanyak pemanufaktur lain semenjak 52 tahun silam, mengutip Reuters, Jumat (27/9).

Perjalanan panjang Toyota bekerjasama dengan perusahaan lain semenjak 1966 unik untuk disimak. Rata-rata bekerjasama dengan perusahaan ternama yang kualitas produknya diacungi jempol. Berikut daftarnya.

Pembuat truk Hino Motors mengawali bermitra dengan Toyota, sesudah Toyota melakukan pembelian 20,1 persen saham Hino

1967

Daihatsu Motor Co mengawali kerja sama dengan grup Toyota, dan berkomitmen memasok komponen untuk penciptaan mobil compact.

Agustus 1998

Toyota menambah kepemilikan saham di Daihatsu menjadi 51 persen dari 34,5 persen, dan Daihatsu menjadi anak perusahaan Toyota.

Maret 2000

Toyota dengan percaya diri menaikkan kepemilikan saham di Hino menjadi 33,8 persen

Maret 2000

Toyota melakukan pembelian 5 persen saham Yamaha Motor Co, sedangkan Yamaha Corp dan Yamaha Motor pun mempunyai saham di Toyota. Kedua perusahaan bertolak belakang pasar ini sudah mengembangkan mobil sport Toyota 2000GT, yang dikenalkan pada tahun 1967.

April 2001

Toyota kembali menambah kepemilikan saham di Hino menjadi 50,1 persen, dan menjadikannya anak perusahaan.

Oktober 2005

Toyota memungut 8,7 persen saham Fuji Heavy Industries (FHI), yang ketika ini dikenal sebagai Subaru, sesudah General Motors (GM) memasarkan saham FHI dan kedua produsen mengajak bubar aliansi strategis mereka.

April 2008

Toyota menambah sahamnya di FHI menjadi 16,5 persen. Kedua perusahaan pun memutuskan guna mengembangkan mobil sport penggerak roda belakang, yang lantas dikenal sebagai Toyota 86 dan Subaru BRX.

Juni 2010

Toyota mengakuisisi selama 3 persen saham perusahaan mobil asal Amerika Serikat Tesla. Kedua perusahaan mengembangkan mobil listrik yang diharapkan konsumen di masa depan.

2014-2016

Toyota memasarkan sahamnya di Tesla. Kedua perusahaan menyelesaikan kolaborasi mereka dan menandakan 'perang' mobil listrik antara kedua perusahaan.

Januari 2016

Daihatsu menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dipunyai oleh Toyota. Sebelumnya Toyota punya 51 persen saham Daihatsu.

Oktober 2016

Suzuki Motor Corp dan Toyota memberitahukan bahwa mereka saling dukung dalam mengembangkan teknologi baru pada kendaraan. Kedua perusahaan komitmen memproduksi mobil bertenaga listrik dan mobil compact guna satu sama lain.

Agustus 2017

Toyota memungut 5 persen saham Mazda Motor Corp guna memperlancar pengembangan kendaraan listrik dan membina pabrik perakitan di Amerika Serikat. Sementara tersebut Mazda menjawab dengan memungut 0,25 persen saham Toyota.

Agustus 2019

Toyota mengumumkan memungut 4,94 persen saham Suzuki, dan Suzuki membalasnya dengan melakukan pembelian 0,2 persen saham Toyota.

September 2019

Toyota melakukan pembelian saham 20 persen Subaru dari sebelumnya 17 persen.

No comments:

Post a Comment