Benny Wenda Tak Diizinkan Masuk ke Sidang Umum PBB
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono memberikan pencarian dan pengusutan pembuat anjuran pelajar ikut demo 30 September untuk kepolisian. Ajakan yang beredar di media sosial tersebut juga menciptakan ratusan murid ikut berdemo di belakang Gedung DPR dan selesai ricuh.
"Kalau provokator (pembuat poster) biarlah pihak berwajib yang mengusut. Polisi punya teknologi cyber. Mereka dapat langsung cari pelakunya," ujar Ratiyono untuk Tempo, Ahad, 29 September 2019.
Meskipun begitu, Ratiyono tak lepas tangan soal tahapan pencegahan supaya siswa tak bergabung dalan demonstrasi pada hari Senin. Berdasarkan keterangan dari dia, Dinas Pendidikan sudah menginstruksikan sekolah supaya mengedukasi murid supaya tak gampang termakan anjuran demo tersebut.
"Saya tolong edukasi, kasih tahu siswa supaya jangan ikut anjuran yang merugikan," ujar dia.
Undangan dengan nada serupa pun pernah viral pada Selasa lalu. Imbasnya, pada Rabu, 25 September 2019, ratusan mPemimpin kumpulan separatis Papua, Benny Wenda tidak diperbolehkan masuk ke ruang sidang PBB dan bergabung bareng delegasi Vanuatu. Hal ini sebab Benny bukan penduduk negara Vanuatu.
Tokoh Papua Nick Meset menuliskan Benny Wenda tidak diizinkan masuk ke ruang sidang bareng delegasi Vanuatu sebab PBB menciptakan aturan yang ketat dan melulu mengizinkan perwakilan negara yang masuk dalam ruang sidang di New York, Amerika Serikat.
"Peraturan yang diterapkan PBB paling ketat, melulu warga negara yang dapat mewakili negaranya dan masuk dalam utusan di Sidang Umum PBB," kata Nick Meset dilansir dari Antara, Minggu (29/9).
Nick Meset yang ikut dalam utusan RI bareng Maikel Manufandu menegaskan di samping Benny Wenda, rekan-rekannya pun tidak diperbolehkan masuk untuk mengekor sidang.
"Dia mengaku, dirinya sendiri yang menjadi Konsul Kehormatan Republik Nauru di Jakarta tidak dapat mewakili negara tersebut sebab masih berkewarganegaraan Indonesia sampai-sampai dalam sidang umum PBB tergabung dalam utusan Indonesia," jelas Nick.
Selain tersebut dalam sidang umum PBB di New York tidak ada kegiatan yang merundingkan soal Papua dan referendum. Meset mengatakan, apa yang disebarkan kumpulan tersebut (kelompok Benny Wenda) tidak benar atau hoaks.
Karena tersebut dirinya berharap supaya masyarakat tidak gampang terpengaruh dengan isu yang dihembuskan Benny Wenda dan kelompoknya. Berdasarkan keterangan dari Nick Meset kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua dampak provokasi Benny Wenda .
“Apa yang selalu disebutkan masalah Papua akan dibicarakan di PBB tersebut lagu lama sebab sebelumnya dirinya bareng rekan-rekannya sudah kerjakan bertahun-tahun yang lalu. Sebelum Benny Wenda melakukannya,” kata Meset.
"Mari bersama-sama ciptakan rasa aman supaya pembangunan bisa terus dilaksanakan hingga masyarakat di Papua benar-benar sejahtera, ajak Nick Meset yang dihubungi dari Jayapura," lanjutnya.
Nick Meset dikenal sebagai mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia pernah menjabat Menteri Luar Negeri OPM.
urid sekolah SMA, SMK, dan SMP mengerjakan demonstrasi di belakang Gedung DPR RI. Dengan masih mengenakan pakaian seragam, mereka melangsungkan aksi yang berujung anarkis berupa pelemparan batu dan pembakaran sepeda motor.
Ratusan murid yang datang tersebut menyatakan mengikuti demonstrasi pelajar tersebut karena anjuran di grup WhatsApp. "Ada undangan di grup WA, diajak ke sini. Saya ikut," kata Hanif, seorang murid SMA.
Saat ini, undangan untuk siswa SMA dan SMK untuk mengekor demo 30 September pulang tersebar di media sosial. Undangan tersebut menyuruh siswa menampik revisi UU KUHP dan pelemahan KPK.

No comments:
Post a Comment