Pernahkah Kamu Membayar Selebgram untuk Mempromosikan Bisnismu? Apakah Penjualanmu Meningkat? - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Thursday, May 7, 2020

Pernahkah Kamu Membayar Selebgram untuk Mempromosikan Bisnismu? Apakah Penjualanmu Meningkat?

Pernahkah Kamu Membayar Selebgram untuk Mempromosikan Bisnismu? Apakah Penjualanmu Meningkat?

Photo by Unsplash

Pernahkah Kamu Membayar Selebgram untuk Mempromosikan Bisnismu? Apakah Penjualanmu Meningkat?

Well, saya pernah sih meminta jasa beberapa orang yang berstatuskan selebgram untuk mempromosikan produk saya. Tapi tidak berbayar. Hahaa! Yes folks, saya orang - orang pengincar cashback dan gratisan.
Berikut beberapa pengalaman saya yang bisa saya sebutkan.
Adinda Thomas
Ketika saya mengendorse, Adinda saat itu belum menjadi cast member di The east. Tapi ia sudah bermain di beberapa film layar lebar, menjadi host di motogp dan kerap menjadi model. Namun saat itupun pengikut di instagramnya sudah berjumlah 500ribu lebih.
Link saya mendekati Adinda adalah dari beberapa orang teman yang memang cukup akrab dengannya. Adinda setuju untuk diendorse tanpa bayaran tapi hanya untuk instastory saja dan meminta 2 buah produk, masing - masing 1 produk dari 2 brand aksesories yang berbeda yang saya miliki. Ia memilih sebuah strap kacamata dan sepasang anting. Hey, good enough deal, ya kan?
You know the drill, pihak yang di endorse memilih barang dan memberi alamat lalu saya mengirim barang yang dipilih. Beberapa hari setelah pengiriman barang saya mendapat notifikasi penyebutan akun saya oleh Adinda.
Instastory dari Adinda menggunakan produk saya
The thing is, Adinda salah mention. Produk yang ia pakai adalah strap kacamata namun yang ia mention justru akun brand yang anting. Jadi saya kirimkan dm, berterima kasih dan berkata bahwa ia salah mention. Respondnya sangat baik, karna tak lama kemudian ia memposting instastory yang sama namun memention akun yang benar. Berbahagialah saya.
Hitungannya sebenarnya saya dapat double exposure kan? Kedua akun brand saya dimention oleh Adinda. Sayangnya sehari setelah mention tersebut, saya tidak merasakan efek yang signifikan baik dalam segi penambahan follower maupun pembelian. So that was a flop.
Annisa N. Thaib
Untuk Chacha link mendekatinya adalah melalui sepupu saya yang kebetulan berteman baik dengannya. Saat itu atas saran sepupu saya, saya sebaiknya memberikan masing - masing 3 buah produk kepada Chacha dan 3 orang temannya yang juga berstatuskan selebgram yang tidak akan saya sebutkan satu - satu.
Ketika barang sampai, Chacha melakukan unboxing dan memberikan pujian atas produk saya. Kalau saya tidak salah ingat, saat itu follower Chacha berjumlah 50 - 60 ribu orang.
Namun dari sekedar 3 instastory yang di postnya saja, saya mendapatkan feedback yang lumayan dalam bentuk pembelian dan dm yang masuk yang menanyakan avaibility produk. Sayangnya karna masalah teknis, Chacha tidak jadi memposting photo sedang menggunakan produk saya.
Untuk 3 orang lainnya yang barangnya saya kirim bersamaan dengan Chacha, 2 orang sudah memposting photo dan instory, namun feedbacknya tidak begitu kelihatan. Sedangkan 1 orang lagi memposting photo tapi lagi - lagi karena masalah teknis, secara sengaja tidak menyebut akun brand saya.
Alisa Belochkina
Well, yang ini mungkin tidak umum diketahui para instagramer Indonesia karna memang selebgram satu ini bukan warga lokal. Link saya mengendorse Alisa adalah melalui suaminya, yang sebenarnya justru merupakan orang yang awalnya saya tawari untuk menggunakan produk saya.
Anyway, baik Alisa maupun suaminya memention akun pribadi dan akun brand saya di instastory dan memposting photo dengan menggunakan produk saya. Mereka sangat ramah bahkan sampai mengabarkan langsung bahwa produknya sudah sampai dan akan photonya akan segera di post.

Postingan dari Alisa mendapat respond yang sangat baik karna paska Alisa memposting photo menggunakan produk saya, saya mendapatkan feedback berupa dm dan beberapa pemesanan produk untuk pengiriman keluar negri. How wonderful!
Photo yang di posting oleh Alisa menggunakan produk saya.

Photo yang di posting oleh suami Alisa menggunakan produk saya.

Selain itu juga mendapat ajakan untuk berkolaborasi dari beberapa brand aksesories, pakaian, dan stylist yang sayangnya hingga saat ini belum terlaksana karna semua tawaran berasal dari luar negri.
But damn, that was a damn good feedback terutama karna Alisa dan suaminya hanya meminta 1 buah produk dan memposting photonya secara cuma - cuma.
Selain 3 orang di atas ada beberapa orang lagi yang pernah saya endorse. Kecuali untuk kasus Alisa, rata - rata hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang yang saya ceritakan di atas.
Jika anda berminat untuk melakukan endorse terhadap selebgram beberapa saran yang bisa saya berikan adalah :
  • Perhatikan profil dan citra sang selebgram.
Jika citra yang ingin anda tampilkan adalah berkelas dan formal, jangan memilih selebgram seperti Awkarin. Namun jika anda ingin menunjukkan citra care free, cuek dan ada kesan bad boy dan bad girl, Awkarin akan menjadi duta yang cocok.
Sebaliknya jika anda ingin menampilkan kesan indie, unik, dan berbeda, jangan mengendorse selebgram yang kelewat terkenal karna justru akan memberikan kesan mainstream.
  • Perhatikan jumlah like & followersnya.
Konon katanya, idealnya minimal jumlah like sebuah photo harus mencapai 10% dari jumlah follower. Makin tinggi makin bagus. Namun mohon untuk sangat cermat dalam memilih selebgram yang akan di endorse karna saat ini harga jual like dan followers palsu sudah sangat murah. Jadi lihat juga aktivitas seperti komen, photo lama, tag, dan sebagainya.
Ini seperti perbandingan ketika saya mengendorse Adinda dan Chacha. Walau follower Chacha lebih sedikit, tapi terbukti followernya lebih aktif dan responsive terhadap aktivitas Chacha di instastory maupun postingan photo.
  • Jangan tergoda harga murah.
Ah, ini sangat umum terutama untuk yang baru berbisnis dan menggunakan instagram sebagai media promosi (dan yang paling menjawab pertanyaan ini sepertinya). Dikarenakan seseorang dengan follower yang banyak dan memberikan tarif murah anda tergiur untuk mengendorsenya.
I learn the hard way, saya pernah iseng - iseng ketika baru memulai bisnis saya mengendorse seorang selebgram dengan followers 200ribu yang tarifnya cuma rp 150,000 dan tidak mendapat feedback apa - apa. Ini kembali ke point saya sebelumnya.
Kembali membawa Chacha. Selebgram sekelas Chacha yang seringkali mengisi acara, memiliki followers aktif dan benar - benar memiliki masa ysng peduli dengan apa yang ia pakai dan katakan, sudah pasti fee endorsenya tidak akan murah.
  • Perhatikan aktifitas dan kontennya.
Yang tidak kalah penting adalah apakah produk anda sesuai dengan tema atau kebiasaan posting selebgram yang akan anda endorse. Jika selebgram yang anda endorse lebih sering memposting kegiatan amal, qoutes bijak atau tulisan bagus, ya sepertinya akan salah kaprah jika anda mencoba mengendorse selebgram tersebut untuk produk kecantikan dan begitupun sebaliknya.
Jika di ibaratkan di quora, anda pasti lebih yakin untuk menanyakan tentang travelling pada mas Wirawan Winarto , bertanya tentang matematika pada mbak Arini Soesatyo Putri , dan bertanya tentang pengalaman hidup dan saran dalam hubungan pada mbak Syelly Tuhumury kan?
Ya bukan berarti mbak Syelly tidak pernah traveling, mas Wirawan tidak paham matematika atau mbak Arini tidak memiliki banyak pengalaman hidup. Tapi akan lebih baik jika anda bertanya sesuai konteks dan keahlian.
Different strokes for different folks.
Begitu juga dalam endorsement. Hal ini agar endorsement yang anda lalukan tepat sasaran. Followers dari akun kuliner tidak akan mencari referensi fashion ke akun kuliner dan penggemar otomotif tidak akan mencari info otomotif ke akun tabligh Jumat.
Apa tidak mungkin? Ya mungkin saja. But very unlikely.
Last but not least, me with my own product.
Sepertinya sekian pengalaman dan saran dalam melakukan endorsement di instagram yang bisa saya bagikan. Semoga jawaban saya membantu.

No comments:

Post a Comment