5 Peristiwa Viral Saat Lockdown di India, Rusuh, Sanksi Keras hingga Antre Miras - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Thursday, May 7, 2020

5 Peristiwa Viral Saat Lockdown di India, Rusuh, Sanksi Keras hingga Antre Miras

5 Peristiwa Viral Saat Lockdown di India, Rusuh, Sanksi Keras hingga Antre Miras

Source: flickr

Sejak 25 Maret lalu, India telah berada dalam lockdown untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Namun, selama masa itu telah terjadi sejumlah peristiwa yang memicu kontroversi hingga disorot oleh dunia internasional di media sosial. Berikut merupakan lima dari beberapa kehebohan yang terjadi selama dua bulan lockdown di India:
1. Buruh Migran Pulang Kampung Jalan Kaki, Disemprot Disinfektan di Desa

Embedded video
Kontroversi pertama yang terjadi akibat lockdown adalah ketika puluhan ribu buruh migran terlihat memenuhi jalan lintas provinsi menuju pulang ke desa. Peristiwa tersebut terjadi hanya seminggu setelah restriksi mulai diterapkan dan para buruh kehilangan pekerjaan karena pabrik tempat kerja mereka tutup selama lockdown. 
Banyak dari mereka juga tidak memiliki cukup uang untuk dapat bertahan hidup di kota mereka kerja selama lockdown berlangsung, karena mayoritas diberi upah secara harian. 
Ketiadaan transportasi umum untuk membawa mereka pulang ke kampung halaman karena tidak beroperasi akibat lockdown, memaksa mereka untuk berjalan kaki hingga ratusan kilometer jaraknya untuk mencapai desa mereka masing-masing. Banyak yang tewas dalam perjalanan, sebagian besar karena kecapekan, tapi ada juga karena tertabrak kendaraan lain di kegelapan jalan raya.
Embedded video
Kekacauan juga ditambah dengan ketika telah tiba di kampung halaman, mereka dikumpulkan lalu disemprot cairan disinfektan oleh otoritas setempat. Peristiwa itu menuai banyak protes karena dinilai tidak manusiawi dan membahayakan kesehatan mereka. 
Kekacauan itu membuat Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyesali kebijakan lockdownnya yang terburu-buru, hingga ia sendiri meminta maaf kepada warganya, terutama kaum miskin yang paling terdampak. 
2. Gunakan Kekerasan dan Hukuman Unik Pada Pelanggar Lockdown
Embedded video

Selama lockdown, layaknya di negara lain, masyarakat dilarang untuk berpergian ke luar rumah jika tidak memiliki urusan penting. Namun instruksi ini sulit dituruti oleh warga pada masa awal larangan. Aparat terlihat menghajar warga yang bandel dengan tongkat.
Penggunaan kekerasan terjadi di berbagai kota India dan diprotes oleh berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu, polisi India telah memilih cara lain yang lebih halus namun tetap efektif agar bisa mengajak warga bekerja sama dan menuruti peraturan restriksi yang berlaku. Pelanggar pun mulai diberikan fisik non-kekerasan, seperti melakukan squat jump hingga push up.
Hukuman unik lainnya adalah ketika aparat menemukan para turis asing yang sedang berjemur di yoga di pinggir pantai Sungai Gangga, kota Rishikesh. Hukuman yang dijatuhkan pada kesepuluh turis asing itu adalah untuk menuliskan "Saya tidak mengikuti aturan lockdown, saya sangat menyesal," sebanyak 500 kali. Hukuman tersebut terhitung ringan, karena berdasarkan Undang-Undang Manajemen Bencana India, para pelanggar peraturan lockdown dapat dihukum penjara selama satu tahun.

Embedded video
3. Cara Kocak Aparat Takut-takuti Warga yang Bandel
Karena masih banyak warga yang tidak nurut, aparat memutuskan untuk menggunakan cara unik agar membuat masyarakat lebih kooperatif dan teringat pada peraturan lockdown. Polisi terlihat menggunakan helm berbentuk virus Covid-19 karya seniman lokal bernama Gowtham, untuk menakut-nakuti sekaligus mengingatkan warga akan bahaya virus Covid-19.

Baru-baru ini, polisi India juga telah membuat heboh warganet di media sosial dengan sebuah video kocak untuk mencegah masyarakat yang bandel dan masih pergi ke luar rumah di masa lockdown. Dalam video tersebut, aparat terlihat mencegat tiga pria yang naik motor tanpa mengenakan masker. 
Lalu, ketiganya dimasukkan dalam sebuah mobil ambulans yang parkir di pinggir jalan. Di dalamnya, ada seorang aktor yang berpura-pura jadi pasien Covid-19, lengkap dengan masker dan baju APD. Warga pun kaget namun tetap diseret untuk masuk ke dalam ambulans lalu dikunci dari luar.
Embedded video
Mereka terlihat panik ketakutan, ada yang mencoba untuk melompat keluar melalui jendela. Tentu video ini hanya sebuah parodi untuk membuat warga India kapok menghiraukan peraturan lockdown, ke luar rumah tanpa mengenakan masker dan tidak melakukan physical distancing. Video ini membuat banyak warganet tertawa dan mengapresiasi upaya pencegahan dengan cara positif yang dilakukan polisi India. Selengkapnya dapat dilihat DI SINI.
4. Ramai Tertipu Kabar Hoaks
Embedded video

Layaknya di Indonesia dan negara lain di penjuru dunia, kabar palsu alias hoaks sangat mengganggu dan membuat resah masyarakat di masa yang menantang ini. Hal ini juga terjadi di India, pada pertengahan April kemarin seorang aktivis telah menyebar kabar di halaman Facebook pribadinya, mengatakan bahwa layanan kereta api akan kembali beroperasi. 
Tidak lama kemudian, ribuan buruh migran mendatangi stasiun Bandra, Mumbai, menuntut untuk dipulangkan karena telah kehabisan uang. Bentrok antara aparat dan para buruh migran ketika kerumunan orang dipaksa untuk membubarkan diri. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI.
Bukan kali itu saja hoaks telah membuat heboh warga India, sempat beredar kabar bahwa lalat bisa menyebarkan virus COVID-19. WHO lalu meluruskan hal tersebut karena info itu adalah hoaks. Ternyata, kabar palsu itu dimulai dari sebuah tweet oleh aktor legendaris India Amitabh Bachan. 
Dalam cuitan yang sudah dihapus itu, ia meminta masyarakat negaranya menggunakan toilet ketika buang air besar. Amitabh mengatakan bisa saja lalat hinggap pada kotoran manusia yang tergeletak di tempat terbuka. Lalu virus pada kotoran itu dibawa lalat dan menulari banyak orang. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI.
5. Lockdown Dilonggarkan, Warga Serbu Toko Miras
View image on Twitter
Kehebohan terakhir baru-baru ini, tepatnya pada Senin (4/5) kemarin, antrean panjang terjadi di depan toko-toko minuman keras beralkohol di ibu kota New Delhi, India, dan sejumlah kota besar lainnya. Hal itu terjadi setelah pemerintah India mulai memberlakukan peraturan "lockdown 3.0" yang pada dasarnya melonggarkan sejumlah restriksi masyarakat selama pandemi Covid-19. 
Kini, untuk mencegah warga mengantre hingga mengular berkilo-kilometer, otoritas Delhi telah memutuskan untuk meningkatkan pajak miras hingga 70%. Peraturan baru tersebut tidak disambut baik masyarakat India, karena negara bagian lainnya dikabarkan bakal mencontoh peraturan baru tersebut juga. 

No comments:

Post a Comment