Aktivitas Warga di Rumah Saja Pecut Lonjakan Trafik Internet
Trafik internet diterangkan sejumlah operator jaringan meningkat sekitar warga beraktivitas di rumah sebab pandemi virus corona (Covid-19). Kebutuhan internet kemungkinan akan semakin tinggi seiring kepandaian pemerintah merealisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Seperti diketahui pemerintah sudah mengeluarkan sekian banyak kebijakan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 yang mengakibatkan masyarakat mengerjakan sebagian besar kegiatan dari lokasi tinggal seperti bekerja, belajar, dan beribadah.
Kebijakan menciptakan masyarakat tetap di lokasi tinggal secara otomatis menjadikan layanan internet krusial. Banyak pekerja yang memanfaatkan internet supaya dapat bekerja, begitupun sekolah yang memanfaatkan sejumlah software sebagai pilihan belajar konvensional.
VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengucapkan Telkomsel mencatat eskalasi trafik komunikasi tertinggi guna layanan berbasis data dan digital yang menjangkau 16 persen selama kepandaian tetap di rumah.
Dia merinci kontribusi datang dari meningkatnya jumlah pemakai software pendidikan berbasis daring (e-learning) laksana Ruang Guru, Paket Ilmupedia, dan Google Classroom yang disebutkan mencapai lebih dari 5.404 persen.
Di samping itu, dia mengatakan eskalasi pemakai software penunjang layanan software bekerja secara daring laksana Zoom, Microsoft Teams, dan CloudX naik lebih dari 443 persen, payload dari komunikasi pesan instan (melalui WhatsApp, Line, Telegram) sebesar 40 persen, gim online sebesar 34 persen, dan layanan streaming video laksana YouTube dan MAXStream sebesar 17 persen.
Meski meningkat, Abidin mengklaim layanan internet Telkomsel tidak merasakan gangguan. Dia berbicara Telkomsel sudah menyiagakan jaringan guna mengantisipasi lonjakan kunjungan layanan seiring tingginya potensi pemakaian layanan data.
"Pengamanan jaringan khususnya difokuskan di distrik residensial dan pun titik posko penanggulangan Covid-19, seperti lokasi tinggal sakit dan kantor pemerintahan bersangkutan," ujar Abidin untuk CNNIndonesia.com, Jumat (10/4).
Di samping itu, Abidin juga berbicara pihaknya tengah mencoba penanganan pengamanan kunjungan jaringan dengan menyiagakan kapasitas ekstra guna mengantisipasi lonjakan kunjungan komunikasi, khususnya trafik layanan berbasis data dan digital, dengan memaksimalkan faedah seluruh spektrum besar yang dipunyai Telkomsel, yaitu frekuensi 900, 1.800, 2.100, dan 2.300 Mhz.
Dia pun bilang Telkomsel meyakinkan kesiapan semua infrastruktur dan teknologi dalam mengawal kenyamanan pelanggan guna mengakses layanan telekomunikasi, khususnya untuk layanan berbasis broadband dan digital.
"Hingga ketika ini, semua layanan masih terjaga baik kualitas maupun kapasitas, dengan mengoptimalkan semua aset yang dipunyai Telkomsel," ujarnya.
Operator jaringan yang lain, XL Axiata, menyatakan ada eskalasi trafik sebesar 15 persen sekitar masyarakat diminta sedang di rumah. Group Head Corporate Communication XL Tri Wahyuningsih mengatakan eskalasi trafik tersebut juga tidak mengganggu layanan untuk konsumen.
"Ada eskalasi sebesar 15 persen per minggunya. Alhamdulillah tidak terdapat gangguan yang serius," ujar Ayu untuk CNNIndonesia.com.
Ayu mengucapkan pihaknya telah melakukan tahapan di tengah situasi ketika ini, misalnya mengerjakan monitoring terhadap performa dan kualitas jaringan sekitar 24 jam, memeriksa secara langsung dan rutin masing-masing BTS guna mendeteksi serta memahami kemungkinan-kemungkinan potensi gangguan, kemudian pun menyiapkan baterai cadangan dan genset guna cadangan listrik.
Di samping itu, Ayu mengucapkan pihaknya mengerjakan upaya pengalihan kunjungan jaringan dari BTS yang terdampak mati listrik ke BTS lainya yang berada di dekat lokasi dan akan mengerjakan penyeimbangan kunjungan terlebih dahulu guna meyakinkan performa jaringan.
"Melakukan peningkatan kapasitas jaringan di 1.000 titik/site mengekor perkembangan penambahan trafik harian, dan kami sedang dalam proses untuk menambah kapasitas di 1.000 site tambahan," ujarnya.
Seperti Telkomesl dan XL, Indosat Ooredoo pun mengatakan menyatakan terjadi eskalasi trafik selama 15 persen selama kepandaian berada di rumah. Head of Corporate Communications Turina Farouk menyatakan pihaknya meyakinkan pelanggan mendapatkan empiris digital terbaik mendukung keperluan komunikasi yang tinggi ketika ini.
"Sejauh ini 10-15 persen kenaikannya semenjak Work Form Home," ujar Turina untuk CNNIndonesia.com.
Turina pun menyampaikan Indosat mempunyai Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC) guna meyakinkan kualitas jaringan semua pelanggan.
Tri mengucapkan rata-rata lonjakan trafik sekitar sebulan terakhir selama 15 persen. Wakil Presiden Direktur Tri, Danny Buldansyah, berbicara pihaknya terus menambah dan meyakinkan quality of service jaringan tetap terjaga.
"Saat ini average speed pelanggan Tri di kisaran 7Mbps sekitar WFH," ujar Danny untuk CNNIndonesia.com.
Sementara itu, Deputi CEK Mobility Smartfren Sukoco Purwokardjono pun mengatakan pemakaian data naik selama 15-20 persen. Selain sebab WFH, dia berbicara kenaikan didukung oleh pelajar dan mahasiswa yang belajar dari rumah.
"Kenaikan tidak cukup lebih 15 hingga dengan 20 persen. Kalau akibat PSBB masih belum kelihatan sebab baru diterapkan hari ini," ujarnya.

No comments:
Post a Comment