Toyota Prius Plug-in Hybrid Resmi Dijual, Harga Rp 884 Juta
Hadirnya Prius PHEV ini melengkapi line-up Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang sebelumnya diisi C-RV, Corolla Altis, Camry dan Alphard. Secara model Prius sebenarnya bukan nama baru di pasar Tanah Air. Toyota sudah membawanya – model HEV – pada 2009.
“Toyota akan terus memperluas pasar kendaraan elektrifikasi, baik melalui kehadiran produk baru maupun melalui program untuk semakin memopulerkan pasar mobil elektrifikasi di Indonesia,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto dalam keterangan persnya hari ini.
“Selain memberi pilihan terbaik kepada konsumen, langkah ini adalah bagian dari komitmen Toyota dalam mendukung program pemerintah Indonesia,” tambah Henry Tanoto.
Prius PHEV hadir dengan fleksibilitas tinggi yang dapat memaksimalkan keuntungan dalam penggunaannya, dimana saat jarak dekat dapat menggunakan mode full electric layaknya BEV dan pada saat berkendara jarak jauh sistem akan secara otomatis menggunakan Hybrid System yang juga irit bahan bakar dan rendah emisi.
Yang jadi nilai jual Prius HEV tentu saja kemampuan baterai lebih besar dan model pengisian baterai melalui sumber eksternal. Fleksibilitas mobil ini juga jadi selling point lantaran mempunyai driving range lebih panjang.
Prius PHEV mengandalkan enjin berkode 2ZR-FXE dengan kapasitas1.800 cc. Mesin ini punya tenaga maksimum 98 PS dan dorongan momen puntir 142 Nm. Kemudian didukung motor listrik 1 NM/ISM dengan power plus torsi optimal masing-masing 53 Kw (98 PS) serta 142 Nm dalam mode BEV. Khusus mode listrik, ia punya daya jelajah 68,2 km. Jarak itu menurut Toyota, bikin penggunaannya menjadi lebih optimal dan berfaedah.
Selain mesin bensin, Prius PHEV menggunakan baterai jenis Lithium-Ion Battery yang mempunyai voltage 3.7 v per cell. Baterai ini mempunyai 95 cell sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan listrik 315.5 voltage. Battery capacity tercatat 8.8 kW. Untuk pengisian penuh dibutuhkan waktu 2 jam 20 menit jika menggunakan listrik dengan tegangan 220 Volt 16A.
Prius PHEV dibangun menggunakan platform TNGA. Tidak hanya membuat desain eksteriornya semakin menarik, kata pabrikan. Penggunaan arsitektur ini diklaim membuat rancang bangun mobil lebih aman serta stabil.
Guna memanjakan penghuni kabin, unit dilengkapi audio display entertainment dengan layar 8-inci. Untuk sisi keselamatan, mobil ini didukung indera perasa andalan perusahaan, Toyota Safety Sense (TSS). Sistem terkandung fitur Blind Spot Monitor (BSM), Hill-Start Assist Control (HSA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Makin lengkap beserta imbuhan Tire Pressure Warning System dan Vehicle Stability Control (VSC).
“Dengan kehadiran Prius PHEV ini, kami berharap dinamika pasar kendaraan elektrifikasi semakin tinggi sehingga tujuan untuk akselerasi kendaraan elektrifikasi bisa tercapai. Ke depannya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kami tentu akan terus melengkapi segmen mobil di Indonesia dengan berbagai line-up, termasuk Battery Electric Vehicle (BEV),” kataMarketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy.

No comments:
Post a Comment