Cerita Dokter di Kendari, Beli Mantel Hujan Urus Jenazah Positif Corona Covid-19 - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Tuesday, March 24, 2020

Cerita Dokter di Kendari, Beli Mantel Hujan Urus Jenazah Positif Corona Covid-19



Cerita Dokter di Kendari, Beli Mantel Hujan Urus Jenazah Positif Corona Covid-19

Tim dokter Kendari mengurus jenazah pasien dengan gejala Corona Covid-19 dengan menggunakan mantel hujan.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Demi mencegah terjadinya penularan corona Covid-19, tim dokter RS Bhayangkara Kendari menggunakan alat pelindung diri seadaanya mengevakuasi jasad seorang pemuda yang meninggal dunia pada Sabtu, 21 Maret silam. Meski diagnosa menunjukkan pasien tersebut meninggal karena Demam Berdarah Dengue (DBD), namun pihak keluarga mengaku pasien juga menunjukkan ada gejala corona Covid-19.  
Saat itu, tim dokter yang menuju lokasi rumah pasien minim perlengkapan. Namun, risiko ditaruh belakangan demi menyelamatkan warga lainnya yang berada di sekitar kamar korban.

Dokter RS Bhayangkara Kendari, Kompol dr Mauluddin menceritakan, dirinya sempat mendiskusikan untuk para anggota soal kurangnya perangkat pelindung diri.

"Sedangkan kita tidak sedikit orang ketika akan mengevakuasi, ya darurat kami lari beli mantel hujan di pasar tradisional dekat kamar korban," ujar Mauluddin.

Mantel hujan yang dibeli, berwarna biru dan hijau. Kontras dengan APD Corona covid-19 yang lazimnya berwarna putih.

Mantel itu, ukurannya lebih longgar dan mempunyai resiko disusupi virus. Sehingga, mantel ekuivalen belasan ribu rupiah itu diperbanyak lilitan lakban di lengan dan kaki. Meskipun serupa pakaian standar penanganan virus Corona, tetapi tentu bukan tanpa risiko.

"Mau diapakan lagi, kami mesti beraksi cepat. Mengurus jenazah segera mungkin karena andai memang positif corona, supaya tak menginfeksi orang beda di sekitar," katanya.

Dia menceritakan, saat tersebut timnya langsung mengerjakan visum di kamar kos. Kemudian, melilitkan lakban untuk jenazah dan membawa ke lokasi tinggal sakit.

Keluarga korban langsung diberitahu, supaya tak membuka jenazah di dalam peti dan langsung dilangsungkan salat jenazah. Korban dikuburkan cocok standar penanganan Corona.

Kepala Satuan Gugus Tugas Penanganan Pandemi Virus Corona Covid-19, dr La Ode Rabiul Awal pun mengatakan peti jenazah tidak dimulai lagi oleh keluarga.

"Kami harap, langsung disalatkan dan dimakamkan," katanya.

Diketahui, ketika ini di Sulawesi Tenggara telah ada 3 orang pasien positif Corona Covid-19. Sebanyak 982 pasien dalam kedudukan ODP, 15 orang berstatus PDP.


Jenazah PDP Dilakban


Seorang warga dengan gejala covid-19 dibungkus lakban di Kolaka.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)


Tangis histeris family menyambut kedatangan jenazah salah seorang pasien berjenis kelamin wanita berstatus dalam pemantauan di Kabupaten Kolaka. Dia meninggal di RS Bahteramas Kendari, Senin (23/3/2020) usai diasuh sejak Sabtu (21/3/2020).

Wanita berusia 32 tahun itu, mempunyai riwayat perjalanan umrah pada Februari 2020. Saat masuk kesatu kali, dia telah mengeluhkan sakit demam, batuk, dan sesak napas.

Saat mendarat di dusun halamannya di Kolaka, jenazah diangkut dengan mobil keluarganya. Dia dalam situasi dililit dilakban jernih seluruh tubuhnya, diangkut dengan suatu minibus.

Tangis family pecah, ketika mengetahui situasi korban. Beberapa kerabatnya, terlihat memakai masker ketika menjemput jasad ibu lokasi tinggal tangga itu.

Sebelumnya, pihak family menolak memakai peti dan mobil jenazah dari lokasi tinggal sakit saat berkeinginan dibawa dari Kota Kendari mengarah ke Kolaka. Direktur RS Bahteramas Sulawesi Tenggara, dr Sjarif Subijakto menyatakan, sudah menyerahkan saran untuk pihak keluarga. Namun, family menolak.

"Terpaksa kami mohon mereka tanda tangan berhubungan risiko di jalan andai tak diurus cocok SOP kemudian kami lepas," ujar Sjarif Subijakto.

Mereka berharap, pihak family langsung memakamkan pasien. Sebab, dikhawatirkan andai memang positif corona, dapat menulari pasien lain andai dimandikan atau disentuh jenazahnya.


Bantuan DPRD


Bantuan alat kesehatan dari anggota DPRD untuk penanganan covid-19 di Sultra.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Sebanyak 35 orang dokter dan perawat RS Bahteramas Sulawesi Tenggara diisolasi usai diperkirakan terpapar virus Corona. Mereka ditempatkan di dalam kompleks lokasi tinggal sakit, sejumlah diantaranya di rumah.

Berdasarkan keterangan dari Direktur RS Abunawas, dr Sjarif Subijakto, mereka diperkirakan terpapar virus Corona sebab sempat mengerjakan kontak dengan pasien. Kondisi ini menciptakan mereka mesti diisolasi meyakinkan orang beda tidak tertular.

Kondisi ini unik simpati salah seorang anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Yudhianto Mahardika. Bersama timnya, dia langsung turun memberikan pertolongan APD dan perangkat kesehatan serta pakaian, Senin (23/3/2020).

"Kalau telah mereka yang diisolasi, siapa yang akan membantu warga, kasian mereka sementara tiap hari kami pantau terdapat terus pertumbuhan pasien," ujar Yudhianto.

Dengan semobil sarat mengandung pakaian, perangkat kesehatan, selimut, masker dan minuman vitamin, pertolongan diterima langsung direktur lokasi tinggal sakit. Saat ini, meskipun pertolongan mengalir terus, namun sejumlah kebutuhan urgen untuk penanganan pasien Corona masih minim.

"Saya termotivasi dari perjuangan mereka, disaat penduduk harus bermukim di lokasi tinggal saja, mereka yang bertaruh nyawa. Kemudian, mereka ini gajinya paling sedikit bila dikomparasikan dengan pengorbanan yang mesti mereka lakukan," ujarnya.


Langkah Pemprov


Kepala Satuan Gugus Tugas penanganan Corona Covid-19 Sulawesi Tenggara, La Ode Rabiul Awal.  (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)


Kepala Satuan Gugus Tugas Penanganan Corona distrik Sultra, La Ode Rabiul Awal menyatakan, ketika ini pihaknya tengah menunggu pertolongan yang terdapat dari pemerintah pusat. Meskipun demikian, pertolongan yang datang dari orang di Kota Kendari dan sekitarnya di lokasi tinggal sakit rujukan, mulai berdatangan.

"Pemprov terus berkomunikasi pun dengan pusat, kami harapkan secepatnya dapat diatasi," ujar La Ode.

Saat ini, lokasi tinggal sakit rujukan pasien covid di Kota Kendari terdapat dua, RS Bahteramas dan RSUD Kota Kendari. Rumah sakit Bhayangkara, pun siap andai kondisi pada kedua lokasi tinggal sakit telah tak dapat menampung pasien.

Kabid Dokkes RS Bhayangkara, Kompol dr Mauluddin menyatakan, terdapat kamar yang telah disiapkan dengan 5 kamar tidur. Namun, pakaian APD masih belum memadai meskipun sudah dipunyai rumah sakit.

"Hanya, sejumlah kemudahan kebersihan, perangkat kesehatan laksana kaca mata, masker dan kaos tangan telah ada," ujarnya.

Direktur RS Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, dr Sjarif Subijakto menyatakan, ketika ini lokasi tinggal sakit yang dipimpinnya mempunyai jumlah baju menyeluruh APD terdapat tersisa 56 buah, masker n-95 sejumlah 340 buah dan masker biasa sejumlah 1249 buah.

"Persediaan sekitar dua Minggu, aman. Namun, kami masih berharap, pertolongan datang terus," ujarnya.



No comments:

Post a Comment