Kasus Gopay Aura Kasih dan Maia Estianty Bukan Peretasan - TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Breaking

Saturday, January 25, 2020

Kasus Gopay Aura Kasih dan Maia Estianty Bukan Peretasan

Kasus Gopay Aura Kasih dan Maia Estianty Bukan Peretasan.


Kasus Gopay Aura Kasih dan Maia Estianty Bukan Peretasan


Gojek menuliskan pengurasan saldo isi kantong digital Gopay diakibatkan oleh rekayasa sosial (social engineering) alias penipuan, bukan dari peretasan. Rekayasa sosial ialah tipu daya pelaku dengan tujuan memungut informasi-informasi kredensial korban.

Informasi-informasi kredensial ini dikoleksi dan digunakan supaya pelaku dapat mengambil alih isi kantong digital atau tabungan bank. Contoh permasalahan penipuan seperti dirasakan oleh Maia Estianty, Aura Kasih dan wartawan asal Papua, Prameswara.

"100 persen permasalahan yang kamu lihat di media diakibatkan oleh rekayasa sosial," ujar Chief Information Security Gojek George Do untuk awak media di area Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).
George lantas menjelaskan rekayasa sosial ialah cara penipu menciptakan sebuah skenario untuk memungut data-data kredensial orang beda yang dipakai untuk tindak kejahatan.

Data-data kredensial tersebut tergolong informasi, kata sandi, one time password (OTP), sampai alamat email.

George memastikan sistem ketenteraman Gojek paling mumpuni.
"Untuk sistem kami kami menghadirkan berpengalaman kelas dunia. Kami kerja sama dengan pakar dunia guna jaga sistem ketenteraman Gojek. Dijaga dari akar, sekian banyak  tes kami lakukan supaya tak diretas," ujarnya.

George menuliskan seberapa aman juga teknologi tetap dapat dibobol dengan rekayasa sosial. Rekayasa sosial itu menyerang ke insan bukan sistem keamanan.

Ia lantas memberikan misal kasus rekayasa sosial di Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang diakibatkan oleh kecerobohan pegawai, bukan sebab sistem ketenteraman yang lemah.
"Untuk sistem kami kami menghadirkan berpengalaman kelas dunia. Kami kerja sama dengan pakar dunia guna jaga sistem ketenteraman Gojek. Dijaga dari akar, sekian banyak  tes kami lakukan supaya tak diretas," ujarnya.

George menuliskan seberapa aman juga teknologi tetap dapat dibobol dengan rekayasa sosial. Rekayasa sosial itu menyerang ke insan bukan sistem keamanan.

Ia lantas memberikan misal kasus rekayasa sosial di Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang diakibatkan oleh kecerobohan pegawai, bukan sebab sistem ketenteraman yang lemah.
Para pelaku memakai modus dumpster diving yang dapat diartikan menyelam lokasi sampah. George menuliskan pelaku memungut dokumen-dokumen yang dilemparkan di lokasi sampah. Kemudian pelaku memindai dokumen itu dan dipasarkan online.

"Untuk menyelamatkan diri dari penipuan intinya ialah edukasi dan kesadaran orang," ujar George.

No comments:

Post a Comment