Australia 'Dihantui' Badai Debu dan Hujan Es Usai Karhutla.

Sejumlah area di Australia sekarang tengah merasakan hujan es dan petir usai bencana kebakaran hutan. Sementara negara unsur New South Wales diselimuti badai debu dengan kecepatan 107 kilometer per jam.
Badai hujan es menghantam ibu kota Canberra pada Senin (20/1). Badai yang terjadi bahkan menciptakan pohon tumbang.
Layanan terpaksa memperingatkan penduduk untuk mengalihkan kendaraan dari pohon dan jalur aliran listrik
Badan Meteorologi memperingatkan penduduk di negara unsur New South Wales guna bersiap menghadapi badai yang mulai bergerak dari arah unsur timur ke tenggara.
"Petir yang menyambar bisa jadi memicu sebanyak kerusakan. Hujan lebat dan hujan es bisa jadi akan mengakibatkan banjir bandang. Kami telah mengirim peringatan selama sejumlah jam ke depan," tulis Biro Meteorologi.
Hujan es disertai petir pun terjadi di unsur selatan kota Melbourne pada Minggu (19/1) malam. Pihak berwenang memperingatkan potensi bahaya baru yang hadir dengan turunnya hujan.
Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews menuliskan hujan yang turun berarti membuat situasi jauh lebih berbahaya, terutama untuk mereka yang mengoperasikan perangkat berat guna masuk ke wilayah yang rusak dampak karhutla.
Ancaman tanah longsor dampak hujan deras juga dapat mempersulit upaya membuka jalan yang tertutup.
Perubahan cuaca fanatik ini menelan korban luka-luka. Dua orang wisatawan yang mendatangi Blue Mountains diculik ke lokasi tinggal sakit sesudah terkena sambaran petir saat tengah bersandar di pagar logam.
"Mereka (korban) terpapar sambaran petir yang bisa berdampak fatal. Keduanya masih mendapat perawatan dan kondisinya berangsur-angsur stabil," ujar manajer Ambulance New South Wales Greg Marshall dalam suatu pernyataan.
Kebakaran hutan yang terjadi semenjak September 2019 membuat trafik wisatawan ke Australia turun sejumlah 10 sampai 20 persen.
Hingga ketika ini kebakaran hutan sudah menghancurkan lebih dari 2.600 rumah, ratusan juta fauna mati terpanggang, dan selama 29 orang diadukan hilang.
No comments:
Post a Comment